SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Viral di media sosial (medsos) Instagram sebuah video yang memperlihatkan dugaan beras oplosan yang dijual di salah satu cabang ritel Superindo di Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam rekaman tersebut, pembuat video mengaku menemukan butiran beras yang diduga plastik dan memutih saat direndam. Disitu, dirinya menuding bahwa produk tersebut memiliki kadar pemutih hingga terbuat dari plastik.
“Ini aku sudah melaporkan langsung ke cabang Superindo Pamulang Barat untuk kasus beras Anak Raja. Mba-nya sudah menyaksikan sendiri bahwa ini pemutih dan plastik ya, ini baru direndam tapi sudah ancur dan dia luntur putih,” kata dalam video viral itu.
Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan melalui Kepala Disperindag, Abdul Aziz, memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Pihaknya pun telah menurunkan tim ke lapangan.
“Ini sudah kami tinjau, bukan beras oplosan, tapi beras khusus. Bisa dipelajari dari Instagram-nya. Ada informasi terkait beras tersebut. Nampaknya pembeli kurang informasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, beras yang dimaksud bukanlah beras oplosan, melainkan beras khusus yang telah difortifikasi dan diperuntukkan bagi kelompok konsumen tertentu seperti ibu hamil dan anak-anak.
Baca Juga: Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
“Ini sudah kami tinjau, iya kurangnya informasi, dan bagus untuk ibu hamil dan anak-anak. Bukan beras mahal tapi beras khusus,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam kemasan beras Anak Raja Pulen Khusus terdapat sekitar 1 persen kernel beras fortifikasi. Butiran ini bisa terlihat berbeda dari beras biasa dalam segi ukuran dan tekstur, dan bisa menimbulkan salah persepsi jika tidak diketahui sebelumnya.
Jenis beras fortifikasi ini telah memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki izin edar resmi dari instansi terkait. Produk ini bukan termasuk beras mahal, tetapi lebih ditujukan untuk kebutuhan gizi khusus. (eko)























