SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Sebanyak lima tiang alat pemberi isyarat lalu lintas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan hilang dicuri. Dugaan sementara, pencurian ini dilakukan oleh pelaku yang dikenal sebagai “rayap besi”, istilah bagi pencuri barang-barang berbahan logam dari fasilitas publik.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Prasarana Lalin, Fiqa Pramana mengatakan bahwa hilangnya tiang pertama kali diketahui pada Senin, 1 September 2025 di ruas Jalan Pahlawan, Situ Gintung, arah Rempoa. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
“Tiang yang hilang di Situ Gintung itu asetnya milik jalan nasional. Itu kemarin kita dapat laporan dari anggota Dalops Dishub yang di lapangan pada 1 September hilang. Itu dari arah Rempoa Jalan Pahlawan,” ujarnya, Rabu (10/9).
Setelah adanya laporan itu, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk menyisir lokasi yang dimaksud. Pengecekan itu pun dilakukan oleh sejumlah pihak terkait.
“Lalu besoknya tanggal 2 September, hilang lagi di ruas Jalan Juanda dari arah Ciputat. Kemudian kita cek lapangan bareng-bareng BPTJ Kemenhub lalu Polsek Ciputat Timur itu ternyata ada 5 yang hilang. Seluruhnya tiang tunggal,” jelasnya.
Fiqa menjelaskan, kelima tiang tersebut berfungsi mengatur lalu lintas dari arah Pasar Ciputat, Rempoa dan Lebak Bulus, termasuk Simpang UIN Ciputat. Kehilangan tiang menyebabkan gangguan pada arus lalu lintas dan sempat menimbulkan kekacauan karena sinyal lampu tidak berfungsi.
“Jadi tiang tunggal itu berfungsi untuk pengaturan sinyal lampu merah, kuning dan hijau untuk ruas jalan dari arah Pasar Ciputat, Rempoa dan Lebak bulus, serta dari Rempoa menuju Lebak Bulus.
Jadi 5 tiang tunggal total hilang. Kerugian diestimasikan kurang lebih mencapai Rp150 juta,” bebernya.
Modus pencurian dilakukan secara rapi. Tiang-tiang tersebut diketahui dicabut dengan melepaskan baut dan kabelnya secara utuh, menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan sudah berpengalaman dan melakukan aksi serupa sebelumnya.
Dishub menduga para pencuri memanfaatkan situasi saat terjadi demonstrasi besar di Jakarta pada tanggal kejadian. Namun, upaya pelacakan melalui CCTV tidak membuahkan hasil karena kamera di lokasi tidak merekam aktivitas mencurigakan.
“Kemarin kita sudah koordinasi dengan unit lantas Polsek Ciputat Timur untuk diusut di Reskrim karena ini informasinya penjarahan dari rayap besi. Sepertinya mereka memanfaatkan momen kemarin ada demo di Jakarta,” paparnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kekosongan fasilitas, Dishub Tangsel telah berkoordinasi dengan BPTJ dan berhasil mengganti tiang-tiang yang hilang. Tiang pengganti diambil dari simpang Kampung Hutan dan telah dipasang kembali di lokasi yang terdampak.
“Kita juga sudah koordinasi dengan BPTJ, alhamdulillah tiangnya sudah dikembalikan lagi fungsinya. Jadi kita ambil tiang yang dari Simpang Kampung Utan. Tiga tiang yang dari arah Rempoa sekarang sudah terpasang. Yang dari UIN Ciputat sudah terpasang dan dari Lebak Bulus juga sudah terpasang,” kata Fiqa.
Dishub Tangsel berharap kepada semua masyarakat untuk menjaga fasilitas lalu lintas, terlebih untuk menunjang keselamatan masyarakat di jalan. Kata Fiqa, atas insiden tersebut juga pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian.
“Karena kalau tiang APIL itu tidak ada kita tidak bisa tahu sinyal lampu merah, kuning, maupun hijau,” jelasnya. (eko)