SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate terus dikebut. Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Jakarta menyebut progres proyek sudah mencapai 95 persen dan ditargetkan bisa beroperasi sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala BTP Kelas 1 Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, memastikan stasiun baru itu akan segera bisa digunakan. “Dipastikan sebelum Natal dan Tahun Baru 2025 sudah beroperasi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Fasilitas dan Akses Stasiun Baru
Ferdian menjelaskan, pembangunan kini fokus pada ramp atau jalur keluar-masuk penumpang dari Jalan RT Hardiwinangun ke lantai dua stasiun. Gedung utama sudah rampung, sementara penataan selasar sisi utara dan selatan masih berlangsung.
BTP juga menggandeng Pemkab Lebak karena akses stasiun beririsan dengan lahan pemerintah daerah. “Stasiun Rangkasbitung diproyeksikan menjadi hub transportasi di Banten, melayani rute ke Jabodetabek hingga Banten Selatan,” tambah Ferdian.
Kapasitas Penumpang Meningkat Tajam
Baca Juga: Pemkab Lebak Siaga Amankan Libur Nataru
Revitalisasi ini juga menjadi persiapan pengoperasian kembali jalur kereta Rangkasbitung–Labuan Pandeglang yang berhenti sejak 1980-an. Nantinya, Stasiun Rangkasbitung Ultimate mampu menampung hingga 85 ribu penumpang per hari, meningkat signifikan dari jumlah saat ini yang berkisar 15–25 ribu penumpang.
Disambut Antusias Warga
Makmun Mulyadi, salah satu pengguna rutin Commuter Line Rangkasbitung–Jakarta, menyambut positif pembangunan ini. “Hadirnya Commuter Line ke Lebak sangat membantu. Dengan stasiun yang lebih nyaman, aktivitas pulang-pergi jadi makin mudah,” ungkapnya.
Pemanfaatan Stasiun Rangkasbitung Ultimate diharapkan menjadi momentum baru perkembangan transportasi kereta di Banten, sekaligus mendukung mobilitas warga jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. (mulyana)
STASIUN RANGKASBITUNG ULTIMATE: Progres pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate. MULYANA/SATELIT NEWS.COM
























