SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Siaga Bencana di Lapangan Maulana Yudhanegara, Kamis (18/9). Apel dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Ancaman bencana bisa datang dari berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi, aliran sungai, hingga aktivitas manusia yang tidak menjaga lingkungan. Apalagi, kini kita sudah memasuki musim penghujan,” tegas Bupati Tangerang yang akrab disapa Rudi Maesyal.
Dalam arahannya, Rudi Maesyal menekankan empat poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak dalam upaya mitigasi bencana.
Pertama, penguatan koordinasi lintas sektor, terutama antara TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.
Kedua, kesiapan peralatan dan prosedur evakuasi, termasuk perahu karet, tenda darurat, logistik, dan fasilitas kesehatan.
Ketiga, pemetaan wilayah rawan banjir secara berkala untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan efektif.
Dan keempat, peningkatan partisipasi masyarakat, karena penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan aparat pemerintah.
“Meskipun tidak ada yang menginginkan bencana, namun kewaspadaan tetap penting. Siap siaga bukan berarti kita menunggu bencana, tetapi sebagai upaya memperkecil risiko dan dampaknya karena bencana alam tidak bisa diprediksi secara pasti,” jelasnya.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M. Indra Waspada, yang turut hadir dalam apel tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengevaluasi kembali kesiapan seluruh elemen penanganan bencana.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
“Relawan dan aparat harus memahami standar operasional prosedur (SOP) agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Kapolresta Indra.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat sipil agar Kabupaten Tangerang tetap tangguh dalam menghadapi potensi bencana.
“Meski demikian, kita tetap harus berdoa agar Kabupaten Tangerang dan seluruh Indonesia terhindar dari segala bentuk bencana,” harapnya. (alfian/aditya)





















