SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Memasuki 39 tahun kiprahnya di industri properti Indonesia, LippoLand memperluas peran dari pengembang kawasan menjadi property enabler. Perusahaan kini tidak hanya fokus membangun kawasan dan produk properti, tetapi juga menghadirkan solusi hunian yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Perjalanan LippoLand dimulai pada 1987 melalui pembangunan Lippo City yang kemudian berkembang menjadi Lippo Village. Hampir empat dekade kemudian, portofolio perusahaan mencakup berbagai kawasan dan segmen properti.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan pengalaman tersebut menjadi modal perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor perumahan.
“Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan,” ujar David.
Bidik Kebutuhan Hunian
Salah satu tantangan sektor perumahan yang masih dihadapi Indonesia adalah tingginya kebutuhan hunian terjangkau. LippoLand mengutip angka backlog kepemilikan rumah sekitar 9 juta keluarga.
David mengatakan persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengembang, perbankan, pemerintah hingga pemangku kepentingan lainnya dalam ekosistem perumahan.
Baca Juga: Besok, HWB Serang Resmi Diluncurkan, Tawarkan Hunian Mulai Rp101 Juta
LippoLand menyebut telah mengembangkan hunian dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dengan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan. Produk di segmen tersebut telah terjual sekitar 5.000 unit.
“Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian,” kata David.
Kontribusi perusahaan juga diwujudkan melalui penghibahan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara.
Pada 2025, LippoLand mencatat pra-penjualan Rp5,32 triliun dengan penjualan 6.047 unit. Portofolionya mencakup berbagai segmen, mulai dari essential dan affordable hingga premium dan ultra luxury.
Fokus Pasar Rp1-Rp2 Miliar
Memasuki tahap berikutnya, LippoLand membidik segmen hunian dengan harga sekitar Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar. David mengatakan persaingan di segmen tersebut mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan pengalaman hampir empat dekade dalam aspek desain, kualitas, harga, dan pembiayaan.
“Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian,” ujarnya.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Kawal Pembangunan Perumahan di Kragilan
Salah satu produk yang disiapkan adalah Brentwood Villas, yang akan diperkenalkan di tujuh lokasi di Indonesia.
Brentwood Villas dikembangkan sebagai hunian premium untuk keluarga multigenerasi dengan pilihan rumah dua dan tiga lantai. Konsep tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan beberapa generasi dalam satu rumah dengan pembagian fungsi ruang yang lebih terstruktur.
Pada tipe tiga lantai, lantai pertama atau Heritage Level diperuntukkan bagi kakek dan nenek serta dilengkapi Service Quarter. Lantai kedua, Entertainment Level, menjadi area interaksi keluarga melalui Great Room yang menggabungkan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Adapun lantai ketiga, Sanctuary Level, dirancang sebagai area istirahat dan belajar.
Tersedia pula konfigurasi dua lantai untuk keluarga dengan kebutuhan hunian dua generasi. Di sejumlah lokasi, proyek tersebut menawarkan pemandangan gunung, danau, maupun lapangan golf.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan konsep Brentwood Villas dikembangkan dengan mempertimbangkan perubahan cara konsumen memandang rumah.
“Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari,” kata Jopy.
Dalam pengembangannya, LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai home designer dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai landscape designer. Keduanya mengembangkan desain dengan perhatian pada tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, hubungan ruang dalam dan luar, serta keterhubungan bangunan dengan lingkungan.
LippoLand menyatakan Brentwood Villas akan hadir di tujuh lokasi dengan karakter pasar dan komunitas berbeda, namun tetap membawa filosofi desain dan standar kualitas yang sama.
“Brentwood Villas bukan sekadar produk baru. Ini merupakan bagian dari bagaimana LippoLand memasuki babak berikutnya: semakin memahami konsumen, semakin cermat menerjemahkan aspirasi mereka ke dalam desain, serta terus meningkatkan kualitas pengalaman hunian yang kami hadirkan,” ujar Jopy.
Memasuki usia ke-39, LippoLand menyatakan akan memperkuat strategi melalui relevansi, adaptasi, kemitraan, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia.
Dari pengembang kawasan pada awal kiprahnya, perusahaan kini menempatkan diri sebagai property enabler dengan portofolio yang mencakup kota mandiri, kawasan perumahan, proyek komersial, gedung perkantoran, hingga taman pemakaman modern.
Sejak pertengahan 1980-an, LippoLand menyebut telah membangun lima kota mandiri, yakni Lippo Village, Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanjung Bunga Makassar, Holland Village Manado, dan Park Serpong. Perusahaan juga mengembangkan 12 proyek berskala besar, antara lain Kemang Village, The St. Moritz, dan Millenium Village.
LippoLand menyebut telah memasarkan lebih dari 10.000 unit dan mengelola lebih dari 55.000 unit properti. (made)



















