SATELITNEWS.COM, SERANG–Wakil Ketua III KONI Banten, Abdul Salam Salim resmi mendaftarkan diri jadi bakal calon (Bacalon) Ketua Umum KONI Banten periode 2025-2029.
Ia bersama rombongan terlihat menyambangi kantor KONI Banten yang berada di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Jumat (19/9/2025), pukul 16.00 WIB untuk mengembalikan berkas pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bacalon Ketua Umum KONI Banten 2025-2029.
Kepada TPP, Salam menyerahkan beberapa persyaratan, salah satunya dengan membawa berkas dukungan dari 30 anggota KONI Banten.
Diantaranya dukungan dari KONI Kota Cilegon, KONI Kota Tangerang, KONI Kabupaten Tangerang dan Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasi) Banten.
Salam menceritakan, perjalanan dirinya sampai akhirnya mencalonkan diri jadi Bacalon Ketua Umum KONI Banten 2025-2025 cukup panjang.
Kata dia, awalnya ingin mengusung Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Banten Sudarto Adinagoro tapi akhirnya batal.
Lalu muncul pak Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua. Belakangan, orang nomor dua di Provinsi Banten itu malah meminta Salam untuk maju menggantikannya.
“Di situ saya juga sudah berbagai macam alasan untuk menolak. Tapi karena mungkin ini udah jalan Tuhan yang harus saya jalani, ya akhirnya saya terima. Kan saya hanya menjalankan saja, skenario sudah ditulis sutradara terbaik,” ucapnya.
Bila dipercaya jadi Ketua Umum KONI Banten 2025-2029, Salam memiliki beberapa terobosan. Di mana nantinya uang pembinaan yang didapat KONI Banten akan diserahkan pengelolaanya kepada masing-masing cabang olahraga (cabor).
Dirinya menceritakan, bila sekarang mekanismenya pengprov tidak memiliki anggaran alias nol rupiah. Pengajuan dulu baru bisa dapat dana. Tapi, kalau tiap tahun diberikan kepastian uang pembinaan, pasti sudah punya program tiap tahunnya.
“Oh iya saya dapat segini berarti setiap tahun program udah mulai berjalan. Kalau sekarang masih meraba-raba, begitu kegiatan mau pengajuan kadang nggak ada uangnya, kadang kasih tidak sesuai. Namun kalau kita setahun ngasih pengprov, itu setahun udah punya program. Pengprov udah mikir dan bila emang tidak cukup, mana kira-kira yang lebih urgent atau mencari tambahan dari sponsor,” jabarnya. (cmb/rmg)