SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Manchester United menuai angka penuh di Liga Inggris usai mengalahkan Chelsea 2-1 di di Old Trafford, Sabtu (20/5/2025) malam WIB. Unggul jumlah pemain di awal laga membuat Setan Merah dengan mudah meraih kemenangan keduanya.
Kartu merah sudah muncul pada menit kelima, kala Robert Sanchez melanggar Bryan Mbeumo. MU yang unggul jumlah pemain leluasa menekan Chelsea. Bruno Fernandes membuka keunggulan tuan rumah, lalu digandakan Casemiro pada menit ke-37.
Casemiro berubah jadi pesakitan pada injury tim babak pertama. Ia menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit.
Chelsea berbalik menguasai permainan di babak kedua dan mendapatkan momentum lewat gol Trevoh Chalobah pada menit ke-80. Namun The Blues tak mampu mendapatkan gol kedua.
Dengan hasil ini, MU sementara naik ke posisi sembilan klasemen Liga Inggris dengan tujuh poin. Chelsea di peringkat enam, mengumpulkan satu poin lebih banyak.
Manajer MU Ruben Amorim lega dengan hasil positif ini, apalagi setelah MU dihajar Manchester City pekan lalu. Tim besutannya sedang dalam sorotan karena start yang medioker musim ini.
Tanpa kemenangan di tiga laga pertama, termasuk disingkirkan tim divisi empat Grimsby Town di Carabao Cup, lalu menang tak meyakinkan atas Burnley, MU dalam tekanan besar. Kini dengan MU kembali ke jalur positif, pekerjaan rumahnya adalah membuat timnya tidak mempersulit diri sendiri. “Setiap kemenangan terutama dalam momen ini terasa penting, apalagi menghadapi lawan yang bagus,” ujar Amorim kepada BBC.
“Kami memulai laga dengan cara yang benar. Sangat agresif. Kartu merah membantu kami mendominasi pertandingan, tapi kami sebelumnya sudah mencapai titik itu.”
“Kami mencetak dua gol dan kemudian mencoba mempersulit diri sendiri lagi. Kami ini selalu rumit. Seharusnya bisa berbeda di pertandingan ini,” imbuhnya.
MU sendiri dalam tekanan besar saat menjamu Chelsea. Hanya satu kemenangan diraih dalam lima laga pertama musim ini, itupun susah payah sekali.
Setelah kalah dari Arsenal di rumah sendiri, MU imbang dengan Fulham. Situasi kian rumit saat Bruno Fernandes dkk disingkirkan tim divisi empat Inggris Grimsby Town di Carabao Cup, alias Piala Liga Inggris.
MU kemudian sedikit keluar dari tekanan meski tampil ta meyakinkan melawan Burnley. Gol penalti Fernandes di menit terakhir memberi kemenangan perdana musim ini dengan skor 3-2.
Tapi kekalahan telak 0-3 dari Manchester City membuat kemenangan sebelumnya terasa tak berarti apapun. MU memang masih rentan dan rapuh. “Sekarang waktunya menciptakan sedikit momentum. Kami memulai dengan sangat baik, sangat agresif,” ungkapnya dikutip Sky Sports.
“Saya sih tak ingat ada skema yang sangat bagus dari kami, tapi kami mendesak lawan dengan agresivitas dalam bola pertama dan kedua. Kami semestinya tak kehilangan seseorang mendekati turun minum, dalam kasus ini Casemiro.”
“Kami senang memperumit pertandingan, tapi ini pertandingan yang bagus. Saya merasakan urgensi, terutama di awal laga. Kartu merah lawan membantu kami. Kalau Anda ingat babak pertama, kami punya banyak sekali kesempatan tiga lawan satu, tiga lawan dua.”
“Kami harus lebih tajam untuk mengunci pertandingan lebih cepat. Dengan keluarnya Casemiro, Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi, jadi kami arus mengambil kesempatan untuk mengunci pertandingan,” imbuhnya.
Dalam laga tersebut, kiper Chelsea Robert Sanchez dikartu merah di menit-menit awal laga melawan Manchester United. Kalah jumlah pemain sejak awal memaksa Enzo Maresca mengubah rencana permainan Chelsea. “Sangat sulit karena kartu merah di awal pertandingan benar-benar mengubah pertandingan. Semua rencana jadi berantakan jadi sangat rumit,” ujar Maresca kepada Sky Sports.
“Itu (kartu merah Sanchez) sangat sulit, kami kalah jumlah pemain setelah tiga menit, empat menit, dan itu mengubah pertandingan.”
Maresca lantas menjelaskan alasannya langsung melakukan tiga pergantian pemain dalam 20 menit pertama pertandingan. Cole Palmer secara khusus disebutnya memang sedang kurang fit.
“Kami harus bertahan dengan lima pemain, kami bisa bertahan dengan empat pemain kalau 11 lawan 11. Kami memutuskan untuk mengganti Estevao dan Pedro Neto dan kemudian setelahnya mengganti Cole (Palmer) karena dia berusaha untuk main meski tidak 100% fit. Dia menjalani tes pagi ini dan dia baik-baik saja tapi tidak 100% fit jadi kami juga menggantinya setelah 20 menit,” kata Maresca.
Akibat kekalahan ini, Chelsea tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan delapan poin dari lima pertandingan. (dm)