SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Radang usus buntu atau appendicitis adalah kondisi ketika appendix vermiformis (bagian usus kecil berbentuk seperti ujung jari yang terdapat pada sisi kanan bawah usus besar) mengalami peradangan. Usus buntu yang meradang bisa membengkak, bernanah, dan bahkan pecah menyebabkan infeksi serius jika tidak segera ditangani. Bila terlambat, usus buntu dapat pecah sehingga infeksi menyebar ke seluruh rongga perut menyababkan masalah komplikasi yang serius bahkan dapat menyebabkan kematian.
Gejala radang usus buntu biasanya muncul mendadak. Nyeri awalnya terasa di sekitar pusar, kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Rasa sakit semakin parah ketika bergerak, batuk, atau menarik napas dalam. Gejala lain yang sering menyertai adalah mual, muntah, hilangnya nafsu makan, dan demam. Pada anak-anak, lansia, atau ibu hamil, gejalanya bisa berbeda dan lebih sulit dikenali.
Penyebab radang usus buntu umumnya adalah sumbatan pada saluran usus buntu oleh feses yang mengeras (fecalith), pembesaran jaringan KGB (Kelenjar Getah Bening) akibat infeksi, cacing, atau sangat jarang akibat pertumbuhan jaringan abnormal seperti tumor. Sumbatan ini membuat tekanan dalam usus buntu meningkat serta bakteri berkembang biak sehingga memperparah peradangan.
Penanganan radang usus buntu harus dilakukan segera di rumah sakit. Setelah dokter memastikan diagnosis melalui pemeriksaan fisik dan tes penunjang, pasien biasanya akan diberikan antibiotik untuk mengurangi infeksi, kemudian dilakukan operasi pengangkatan usus buntu (appendektomi). Bila usus buntu sudah pecah menyebabkan peritonitis, dokter akan melakukan operasi dengan sayatan yang lebih lebar dan masa perawatan yang lebih lama.
Hingga kini belum ada cara pasti untuk mencegah radang usus buntu, tetapi mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran dapat membantu mencegah sembelit yang bisa memicu sumbatan.
Radang usus buntu adalah keadaan darurat medis yang tidak boleh diabaikan. Perhatikan gejala perut yang tidak biasa, dan segera periksakan diri jika nyeri perut kanan bawah disertai mual atau demam. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius dan mempercepat pemulihan pasien.
Poliklinik Bedah hadir di RSUD Tigaraksa pada jadwal berikut
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
Nama Dokter : dr. Pasarella Sitanggang, M.Kes, Sp.B
Hari Layanan : Selasa & Kamis
Jam Pelayanan : 08.00 s.d 12.00 WIB
Nama Dokter : dr. Fahad Hasan, Sp.B
Hari Layanan : Senin, Rabu & Jumat
Jam Pelayanan : 08.00 s.d 12.00 WIB
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id).
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang. (alfian/dm)
