SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kasus dugaan persekusi dan penganiayaan terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kota Tangerang memasuki babak baru. Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota resmi menaikkan status perkara ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan gelar perkara yang dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Jauhari. Ia menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan komitmen kepolisian untuk mempercepat proses penyidikan sekaligus memastikan pelaku yang terlibat segera ditangkap dan diproses secara hukum.
“Saya langsung pimpin gelar perkara, dan statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan,” ujar Kapolres Jauhari kepada wartawan SatelitNews.Com, Kamis (25/9/2025). Dalam menangani kasus ini, Polres Metro Tangerang Kota telah membentuk tim gabungan khusus. Tim tersebut akan bekerja secara intensif untuk mengusut tuntas peristiwa yang sempat viral di media sosial itu.
Jauhari menyampaikan, dalam waktu dekat seluruh saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk panitia dan penyelenggara acara, akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Semua saksi-saksi yang di TKP, termasuk panitia dan penyelenggara, akan kita ambil keterangannya,” tegasnya.
Kapolres menekankan, proses hukum kasus ini akan dijalankan secara profesional dengan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Ia berharap masyarakat tetap tenang serta memberikan dukungan penuh agar penyidikan dapat berjalan tanpa hambatan. “Kasus ini akan kita proses secara SOP dan profesional. Kita proses hukum secara tuntas sesuai prosedur. Kami juga mohon doa dan dukungan masyarakat,” imbuhnya.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video beredar luas, memperlihatkan seorang kader Ansor-Banser diintimidasi dan dianiaya oleh sekelompok orang di wilayah Kota Tangerang. Korban yang diketahui bernama Rida, kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Kota Rabu 14 Oktober, Cek Lokasinya
Video tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama jajaran pimpinan Banser. Mereka mendesak agar kasus segera diusut hingga tuntas dan pelaku dijatuhi hukuman setimpal. Peristiwa ini juga menuai sorotan publik yang menuntut kepolisian bertindak cepat demi menjaga rasa keadilan dan keamanan warga.
Dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, kepolisian kini memiliki dasar hukum lebih kuat untuk menetapkan tersangka. Sejumlah bukti, termasuk rekaman video dan keterangan saksi, disebut telah dikantongi penyidik.
Publik kini menanti langkah konkret kepolisian dalam menuntaskan kasus yang menyinggung isu sensitif ini. Transparansi dan kecepatan penanganan dianggap menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. (mg01)

















