SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Marc Marquez berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025. Meski hanya finis kedua di MotoGP Jepang 2025, Marquez tak akan tersentuh lagi di sisa musim.
Marc Marquez datang ke balapan utama di Motegi, Minggu (28/9/2025) siang WIB, dalam posisi sangat kuat. Rider Ducati itu tak perlu jadi juara di Jepang untuk mengunci titel.
Finis kedua sudah menggaransinya jadi juara dunia musim ini apapun hasil Alex Marquez, yang jadi pesaing terdekat. Bahkan jika Alex finis di depannya pun, Marquez bisa tetap juara dunia dengan perhitungan yang longgar.
Marc pada prosesnya berhasil finis kedua di Motegi, di belakang rekan setimnya yakni Francesco Bagnaia. Ini memastikan titel juara dunia dalam genggamannya.
Alex Marquez hanya mampu finis keenam setelah lama tertahan di urutan tujuh. Marc pun kembali menjadi juara dunia setelah terakhir kali pada 2019.
Gelar juara 2025 ini sangat berarti bagi Marquez. Setelah jatuh dan operasi berkali-kali, Marquez tak kuasa meneteskan air mata kebahagiaan.
Selepas balapan, emosi Marc Marquez tumpah. Dalam selebrasinya, Marquez hanya bisa menangis. Air mata bahagia tumpah, air mata sang juara dunia.
Tentu, enam tahun terakhir begitu berat baginya. Marquez langganan jatuh bersama tim Honda, sampai harus naik meja operasi empat kali. Marquez alami masalah arm pump (sindrom kompartemen) di tangan kanannya pada akhir tahun 2023. Sebelumnya, Marquez juga jalani operasi terkait cedera patah lengan akibat kecelakaan pada tahun 2020.
Belum selesai, Marquez sempat alami diplopia. Itu adalah kondisi penglihatan ganda akibat gangguan saraf, membuatnya melihat dua bayangan dari satu objek.
Marc Marquez pantang menyerah. Setelah jalani babak baru bersama Gresini, pelan-pelan Marquez kembali. Puncaknya di MotoGP 2025 ini bersama Ducati.
Marquez langsung kembali ke habitatnya dengan menangi podium. Sampai enam seri tersisa, Marquez sudah kunci titel juara. “Sulit untuk berkata apa-apa,” kata Marc Marquez dalam wawancara bersama MotoGP sambil menyeka air matanya.
“Saya tidak ingin mengingat apa yang telah saya lalui, saya hanya ingin menikmati momen ini, tetapi memang benar, semuanya sulit,” sambungnya.
“Saya sudah melakukan kesalahan besar dalam karier saya. Saya kemudian bangkit untuk berjuang, berjuang, dan berjuang. Sekarang saya berdamai dengan diri saya sendiri,” tutup peraih tujuh titel juara dunia MotoGP tersebut.
Dengan hasil ini, Marquez pun meraih gelar juara dunia MotoGP yang ketujuh. Ini jadi gelar pertamanya sejak terakhir kali pada 2019 silam.
Rider Ducati itu berarti telah mengoleksi tujuh titel, menyamai perolehan pebalap legendaris Valentino Rossi di kelas utama. Marquez kini hanya kalah dari Giacomo Agostini (8) dalam hal jumlah gelar di kelas primer.
Secara keseluruhan, Marquez sudah punya sembilan gelar juara dunia di berbagai kelas. Gelar juara dunia MotoGP 2025 sekaligus menandai puncak kebangkitan Marquez, setelah diuji rangkaian cedera dari 2020-2022. (dm)
Jumlah gelar juara dunia 500cc/MotoGP
– Giacomo Agostini – 8 gelar juara dunia (1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1975)
– Valentino Rossi – 7 gelar juara dunia (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009)
– Marc Marquez – 7 gelar juara dunia (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019)
– Mick Doohan – 5 gelar juara dunia (1994, 1995, 1996, 1997, 1998)