SATELITNEWS.COM, LEBAK – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana, menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Lebak, terutama di lingkungan sekolah. Ia menilai minimnya jumlah guru konseling menjadi salah satu penyebab persoalan tersebut semakin serius.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, sejak Januari hingga September 2025 tercatat 149 kasus kekerasan. Dari jumlah itu, 113 kasus menimpa anak, sementara 36 kasus lainnya dialami perempuan.
“Banyak sekolah tidak memiliki guru konseling yang memadai. Misalnya, ada SMP dengan lebih dari 1.000 murid tapi hanya ditangani satu guru konseling. Padahal idealnya satu guru konseling membimbing maksimal 150 siswa,” ujar Bonnie kepada wartawan, Jumat (3/10/2025).
Menurut Bonnie, guru konseling memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, pendekatan personal, hingga menggali akar persoalan yang dialami siswa. Kehadiran mereka dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kekerasan maupun perundungan (bullying) di sekolah.
“Ketika terjadi perundungan, pelaku biasanya juga punya masalah yang harus diungkap, entah trauma, kondisi keluarga, atau faktor ekonomi. Guru konseling bisa menjadi penghubung antara siswa, keluarga, dan sekolah agar persoalan ditangani menyeluruh,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika persoalan mendasar tidak ditangani, siklus kekerasan berpotensi terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, Bonnie mendorong keterlibatan Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, hingga DP3AP2KB untuk memperkuat peran guru konseling.
“Ini bukan hanya problem di Lebak, tetapi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Komisi X DPR RI akan membawa persoalan ini dalam rapat kerja bersama Menteri Pendidikan. Kami ingin menegaskan, guru konseling adalah kunci penanganan kasus kekerasan di sekolah,” pungkasnya. (mulyana)