SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Persoalan air Perumdam TKR yang berdampak langsung pada warga Perum PWS, khususnya Gang Kasuari Raya, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, mendapat sorotan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, M. Amud.
“Saya sudah dapat informasinya, terkait air PDAM yang jarang atau tidak mengalir dalam waktu yang lama, sehingga berdampak langsung terhadap warga di PWS Tigaraksa, khususnya Gang Kasuari Raya dan sekitarnya,” ujar M Amud kepada satelitnews.com, Selasa (7/10/2025).
M. Amud yang juga politisi Partai Golkar ini, bahkan segera menginstruksikan Komisi III DPRD untuk melakukan pemanggilan terhadap Perumdam TKR Kabupaten Tangerang. “Saya sudah sampaikan kepada Komisi III untuk segera mengundang PDAM untuk minta penjelasan,” tandasnya.
Apalagi kata Amud, polemik pelayanan yang menurun ini terjadi setelah pemberlakuan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2025, yang memuat penyesuaian tarif Perumdam TKR. Sehingga tarif PDAM naik drastis. “Jangan sampai masyarakat kesulitan air bersih,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Perum PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kembali mengeluhkan layanan air bersih dari Perumdam TKR, yang dulunya bernama PDAM Kabupaten Tangerang. Lantaran air jarang mengalir sudah berbulan-bulan hingga kini, tetapi bayar tagihan tetap mahal.
Salah satu warga Kasuari Raya PWS Tigaraksa, Ibu Adawiah mengatakan, kenaikan tarif penggunaan air Perumdam TKR sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 10 tahun 2025 tanggal 14 Maret 2025, tentang penyesuaian tarif air Perumdam, yang sudah diberlakukan mulai tagihan rekening bulan Juni 2025, sayangnya malah tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Sementara itu, keluhan turunnya pelayanan air Perumdam TKR pasca kenaikan tarif, usai penerapan Perbup Tangerang Nomor 10 Tahun 2025, di Gang Kasuari Raya Perum PWS Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa diamini Ketua RT008/02, Santoso. Menurutnya, pihaknya sudah menyambangi kantor cabang, bahkan dari RW pun sudah bersurat.
“Iya betul, ini persoalannya sudah lama. Bahkan warga sekitar 3 bulan lalu sudah bersabar, hingga akhirnya banyak laporan ke saya untuk menyampaikan keluhan. Akhirnya pada 16 September 2025, Pak Rudi Kacab PDAM Tigaraksa datang ke gang kami, warga langsung menyampaikan aspirasi,” jelasnya.
“Ternyata bukan hanya di RT kami, tapi di beberapa RT lainnya juga mengalami kondisi seperti kami. Keluhan warga dari air tidak mengalir, kalo ngalir malam harus nampung, jadi pada pusing mikirin air. Kalau telat bayar denda dan naik lagi. Sementara ada gang lain yang mengalir, ini kan aneh,” jelasnya. (dit)
























