SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berharap, dana transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp400 Miliar lebih tidak dipangkas. Karena dana transfer tersebut, diharapkan dapat menggairahkan kegiatan ekonomi di daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Serang, M. Najib Hamas mengatakan, belum lama ini pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait dengan dana Transfer Ke Daerah (TKD). Namun isi surat tersebut, kurang membahagiakan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, termasuk di semua daerah.
Kata Najib Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sudah melakukan komunikasi dengan Kemendagri, DPR RI dan Kementerian keuangan, terkait hal tersebut. Sehingga mudah-mudahan, ada pertimbangan lagi untuk transfer daerah.
“Kita punya harapan, transfer daerah itu kan salah satunya untuk menggairahkan kegiatan ekonomi di daerah, termasuk UMKM kita, untuk percepatan rehab SeKolah Dasar (SD), menuntaskan jalan kabupaten, ketiga melanjutkan pembangunan Puspemkab dan ke empat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).
Najib juga menuturkan, dana transfer daerah dari Pemerintah Pusat ini nilainya cukup besar yaitu, sekitar 40 persen sampai 60 persen.
“Tapi ini masih ada waktu, sekitar dua bulan tiga bulan sampai Desember, mudah-mudahan ada perkembangan,” tuturnya.
Baca Juga: Hadiri Khotmul Quran, Wabup Serang Ingatkan Soal Penguatan Pendidikan Karakter
Apabila dana transfer ke daerah dipangkas, kata Najib, pihaknya tidak ada rencana melakukan pinjaman, dan akan tetap memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, dana transfer ke Kabupaten Serang dari Pemerintah Pusat yang dipangkas diatas Rp400 Miliar.
“Suratnya sudah kita terima,” tandasnya.
Terkait dengan upaya yang dilakukan setelah ada pemangkasan dana transfer ke daerah, Zaldi mengaku, harus merencanakan kembali semua kegiatan dengan cermat dan mengutamakan program yang paling berdampak pada masyarakat.
“Pasti nanti ada efisiensi, tapi yang jelas honor guru gak mungkin di efisiensi, karena menyangkut pendidikan, kemudian honor Nakes. Berarti yang di efisiensikan, adalah kegiatan non subtansi seperti perjalanan,” ujarnya.
Kemudian selain itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah akan Roadshow ke Kementerian, untuk mencari peluang menambah anggaran, seperti ke Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Kementerian Perikanan dan sebagainya. (sidik)
Baca Juga: Kunjungi Puskesmas Kibin, Wabup Najib Dorong Akses Jalan dan PJU Diperbaiki
























