SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dikeluhkan oleh pembeli maupun pedagang yang merasa sama-sama terbebani dengan kondisi tersebut.
Salah satu pembeli, Eli Sanita (30), mengaku kaget saat mengetahui harga ayam potong jenis boiler yang biasa ia beli naik cukup tinggi. Bahkan, menurut Eli, kenaikan harga ini sudah terjadi secara bertahap sejak sekitar seminggu lalu
“Tadi beli satu ekor ayam sampai Rp45 ribu. Kalau dada ayam sekilo Rp53 ribu. Biasanya yang per ekor cuma Rp42 ribu, dada juga paling Rp40 ribu sekilo,” keluh Eli saat ditemui di Pasar Bukit Pamulang, Minggu (12/10/2025).
“Naiknya memang pelan-pelan, tapi terus naik tiap hari. Sekarang jadi berat juga kalau mau beli banyak,” sambung wanita yang menyukai kudapan berbahan daging ayam itu.
Walaupun begitu, Eli tetap membeli protein hewani ini, akan tetapi dirinya khawatir harga yang terus melonjak naik dapat membuat daging ayam langka di pasaran. Diharapkan, stabilitas harga bahan pangan bisa dikendalikan agar tidak membebani masyarakat.
Hal senada diungkapkan Dewi Umayah, ia mengaku kini jarang membeli ayam karena harganya terlalu mahal. Ia berharap pemerintah dapat segera menekan harga daging ayam dipasaran.
Baca Juga: Pria Tewas Tersetrum di Pamulang, Damkar Tangsel Bongkar Plafon untuk Evakuasi Korban
“Biasanya seminggu tiga kali beli ayam buat masak di rumah. Namun, sejak harga naik, jadi jarang beli. Kalau bisa jangan naik terus. Kasihan warga kecil kayak kami, susah mau beli daging ayam,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Lastri (46), salah satu pedagang ayam. Kata dia, fenomena kenaikan harga ayam ini hampir selalu terjadi dan sangat merugikan pedagang kecil.
“Kalau harga naik begini, pembeli jadi sepi. Daya beli masyarakat menurun, akhirnya kami pedagang juga susah jualannya. Banyak pelanggan yang akhirnya beli setengah kilo aja atau malah ganti lauk lain,” ungkap Lastri.
Ia menjelaskan, harga ayam sangat bergantung pada ukuran dan jenis potongan. Saat ini, harga sayap ayam sudah mencapai Rp42 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp35 ribu. Paha ayam kini Rp46 ribu per kilogram, sementara daging filet dijual hingga Rp50 ribu per kilogram.
“Kalau pembeli nawar, paling mentok saya kasih Rp48 ribu. Tapi tetap aja banyak yang ngeluh mahal,” kata Lastri.
Pedagang memperkirakan kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya harga pakan ternak dan pasokan ayam hidup dari peternak yang berkurang. Akibatnya, stok di pasaran menurun, sementara permintaan tetap tinggi. (eko)
Baca Juga: Toko Frozen Food di Pamulang Terbakar Dini Hari, Diduga Akibat Korsleting Listrik
