SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat sistem layanan kebencanaan dengan mengembangkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Command Center. Fasilitas tersebut akan menjadi pusat kendali terpadu dalam pengelolaan informasi, koordinasi, dan respons terhadap berbagai kejadian darurat di wilayah Kota Tangerang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pembangunan ini merupakan bagian dari pengembangan Emergency Response System yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“BPBD memiliki banyak kegiatan dalam merespons keluhan dan pengaduan masyarakat, baik kedaruratan maupun nonkedaruratan. Karena itu, kami perlu ruang dan sistem khusus yang mampu menampung semua laporan tersebut agar bisa langsung ditindak. Dengan sistem ini, petugas di lapangan tidak lagi ragu harus berbuat apa,” ujar Mahdiar, Senin (20/10/2025).
Mahdiar menjelaskan, Command Center akan dilengkapi berbagai teknologi pendukung seperti visualisasi tinggi muka air di titik rawan banjir, pelacakan pergerakan tim lapangan melalui GPS, serta pemantauan cuaca dan peringatan dini gempa yang terhubung dengan data BMKG. “Kita bisa melihat kondisi tinggi muka air secara real time, memantau pergerakan tim, dan mendeteksi perkembangan cuaca maupun gempa bumi. Semua data itu terintegrasi dalam satu sistem,” katanya.
Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dashboard City Emergency Response System (CERS) yang mengintegrasikan berbagai kanal pengaduan masyarakat. “Semua laporan, baik dari aplikasi Laksa, media sosial, maupun hotline darurat, akan terekam di sistem CERS dan bisa segera kami tindaklanjuti secara cepat dan tertata,” jelas Mahdiar.
Mahdiar menyebut, pembangunan ruang Command Center juga merupakan bagian dari upaya BPBD memenuhi standar nasional kelembagaan penanggulangan bencana. “Setiap BPBD sebenarnya berkewajiban memiliki pusat kendali, meski bentuk dan kapasitasnya berbeda-beda. Karena di sini belum terbentuk secara optimal, kami mempersiapkannya dengan matang, termasuk sistem dan ruang yang akan menjadi pusat kendali lengkap,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mahdiar menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Wali Kota dan Wakil Wali Kota menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesiapsiagaan bencana, baik melalui penyediaan sarana prasarana maupun program pendukung lainnya.
“Selain pembangunan ruang Pusdalops itu sendiri, Bapak Wali dan Bapak Wakil memiliki komitmen yang kuat untuk mempersiapkan sarana prasarana dan program yang terkait dengan kesiapsiagaan bencana. Ini penting, karena pertahanan masyarakat juga merupakan bagian utama dari kesiapsiagaan,” ujarnya.
Mahdiar berharap, keberadaan Command Center nantinya akan membuat pengelolaan laporan dan pergerakan petugas semakin efektif. “Output yang bisa dihasilkan, pertama, kami bisa mengatur pergerakan pasukan secara lebih baik dan termonitor. Kedua, laporan yang kami terima bisa lebih detail, rigid, dan tertata rapi. Kami juga berharap tidak ada lagi keluhan masyarakat yang tertinggal, karena semua bisa kami pantau setiap hari secara real time,” pungkasnya.
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tangerang Deni Koswara mengungkapkan, keberadaan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Command Center menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan layanan kebencanaan, termasuk pemantauan dan pelaporan kejadian secara real time.
“Kami harapkan bisa lebih responsif dalam melayani masyarakat, sehingga kita bisa mengetahui kondisi yang akan terjadi sebelum bencana. Misalkan untuk banjir, kami terus berkoordinasi dengan Bendung Katulampa dan Bendung Batu Belah agar bisa memperkirakan waktu datangnya air ke Kota Tangerang,” ujar Deni.
Ia menambahkan, dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang akan terus ditingkatkan agar BPBD memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat. “Insya Allah ke depannya BPBD akan kita fasilitasi lebih lagi, supaya masyarakat Kota Tangerang bisa dilayani dengan sebaik mungkin. Bukan hanya urusan pemadam kebakaran, tapi juga urusan banjir dan penanganan kejadian lainnya,” jelasnya.
Menurut Deni, penguatan sarana dan sistem pelaporan akan memudahkan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. Dengan sistem Pusdalops yang terintegrasi, setiap kejadian di wilayah Kota Tangerang dapat langsung dilaporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti dengan cepat.
“Sangat perlu ditingkatkan. Dengan Pusdalops ini, kita bisa mengetahui kejadian di wilayah sekaligus melaporkannya ke pusat. Jadi, memang harus diintegrasikan agar pusat bisa merespons kondisi yang terjadi di daerah,” tegas Deni. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan BPBD Kota Tangerang semakin tangguh dan siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya. (made)