SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) meluncurkan Sayembara Konsep Desain Revitalisasi Masjid Agung Al-Ittihad. Program ini digelar untuk menjaring gagasan masyarakat dalam menata ulang masjid yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kota Tangerang. Yang menarik, peserta diperbolehkan menggunakan Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam batas sebagai alat bantu.
Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo, mengatakan sayembara ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan ruang di Masjid Agung Al-Ittihad sekaligus menjadikannya ikon baru yang mendukung citra Kota Tangerang sebagai kota berakhlakul karimah.
“Kami ingin mendapatkan masukan dari masyarakat terkait upaya revitalisasi Masjid Agung Al-Ittihad. Masjid ini memiliki potensi besar, namun pemanfaatan lantai satu dan dua belum optimal, termasuk penataan fasilitas seperti toilet yang kurang nyaman,” ujar Decky, di Masji Agung Al-Ittihad, Kamis (23/10/2025).
Decky menjelaskan, dari sisi luas bangunan, Masjid Al-Ittihad dinilai cukup ideal, namun memerlukan penataan ulang baik secara fungsi maupun desain arsitektur. “Kami mencoba menjadikan Masjid Agung Al-Ittihad sebagai salah satu ikon Kota Tangerang, melengkapi keberadaan Masjid Al-Azhom yang sudah lebih dulu dikenal,” katanya.
Dalam sayembara ini, Disperkimtan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, baik individu maupun kelompok, untuk berpartisipasi mengajukan konsep desain. “Tidak ada pembatasan. Silakan siapa pun ikut. Semakin banyak peserta, semakin kaya ide yang bisa kami himpun,” tutur Decky.
Meski terbuka, terdapat sejumlah kriteria penilaian yang akan digunakan tim juri. Tim tersebut terdiri dari perwakilan arsitek, akademisi, dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). “Kriteria penilaiannya antara lain bagaimana desain dapat mengintegrasikan kawasan sekitar, memanfaatkan ruang secara optimal, serta menampilkan citra Masjid Al-Ittihad yang lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga: Dukung BSPS, Disperkimtan Kota Tangerang Masih Terkendala Sinkronisasi Data DTSEN
Selain aspek desain, lanjut Decky, peserta juga diminta mempertimbangkan nilai historis, budaya, dan kearifan lokal yang melekat pada masjid tersebut. “Itu termasuk dalam kriteria penilaian. Kami juga akan menyediakan bahan-bahan pendukung, seperti rencana penataan ruang, lanskap, hingga data historis dan budaya agar peserta bisa fokus pada pengembangan ide,” tutupnya.
Ada pun total hadiah Rp87 juta, sayembara ini dibagi empat kategori. Mulai dari mahasiswa dan pelajar, peserta umum, terfavorit mahasiwa dan pelajar serta tervaforit umum. “Pendaftaran akan dibuka 27-30 Oktober dan batas akhir penyerahan karya pada 24 November. Dengan menghadrkan lima dewan juri, mulai dari akademisi, IAI Banten hingga DKM Masjid Agung Al-Ittihad,” papar Decky.
Kriteria penilaian meliputi kemampuan desain dalam memanfaatkan ruang secara optimal, mengintegrasikan lingkungan sekitar, hingga menampilkan citra arsitektur Islam yang harmonis dengan nilai-nilai budaya dan sejarah setempat.
Ketua DKM Masjid Agung Al-Ittihad KH. Ujat Sujadi menyambut baik inisiatif Pemkot Tangerang tersebut. Ia menilai, upaya revitalisasi ini merupakan langkah penting untuk menjawab kebutuhan jemaah dan menjadikan masjid lebih ramah bagi seluruh kalangan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena pemerintah merespons cepat aspirasi jemaah. Banyak yang berharap masjid ini bisa lebih mudah diakses, lebih nyaman dan tertata dengan baik,” tutur KH Ujat.
Ia juga berharap, ke depan Masjid Agung Al-Ittihad dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebanggaan masyarakat, bukan hanya bagi warga Kota Tangerang, tetapi juga bagi umat dari luar daerah. “Mari kita doakan bersama, semoga melalui proses ini lahir rancangan terbaik yang membawa kemaslahatan dan menjadikan masjid ini pusat peradaban Islam di Kota Tangerang,” imbuhnya. (made)
























