SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Orang Pandeglang, khususnya yang tinggal di area Kecamatan Pandeglang dan Majasari, tentu tidak asing mendengar nama kampung yang bernama Cikuya Toplas.
Ternyata, penamaan daerah tersebut bermula dari dibangunnya sebuah stopplaast atau stasiun mini oleh pemerintah Hindia Belanda di akhir abad 18, di area tersebut.
Stopplaast itu, bernama Stopplaast Tjibiuk (Cibiuk) yang kala itu menjadi stasiun utama tujuan bagi para pasien penyakit kulit, yang berusaha menyembuhkan diri dengan berendam di mata air panas di area Cibiuk.
Berdasarkan data dari Pusat Data, Informasi dan Kepustakaan Kereta Anak Bangsa, jalur kereta api rute Rangkasbitung- Labuan mulai aktif beroperasi sejak tahun 1906. Di sepanjang jalur tersebut, ada 19 stasiun yang beroperasi salah satunya adalah Stasiun Tjibiuk atau Cibiuk.
Namun ternyata, tidak semua tempat pemberhentian kereta api bisa disebut sebagai stasiun, karena ternyata dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu stasiun, halte dan stoopplast.
Ketiganya dibedakan dari ukuran, fungsi serta layanannya stasiun, tentu saja ukurannya paling besar dan layanannya paling lengkap. Fasilitas relnya juga lengkap, karena di stasiun ada rel pembelok sehingga menjadi transit kereta api dari rute lainnya.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Dan dari 19 stasiun yang ada di sepanjang rute Rangkasbitung – Labuan, yg bisa disebut stasiun hanyalah satu yaitu stasiun Rangkasbitung yang selain melayani naik turun penumpang juga menjadi stasiun antara bagi penumpang kereta api rute Batavia (Jakarta) – Anyer Kidoel.
Oh ya, di stasiun ada pula layanan pengangkutan barang, dan proses perawatan kereta seperti mengisi ulang bahan bakar serta air.
Maklum, dulu rute sepanjang 56 km tersebut dijelajahi oleh lokomotif seri C atau lokomotif uap sehingga di bagian depan loko petugas harus mengisi ketel air dan terus menerus memasukkan kayu atau batu bara sebagai bahan bakar. Nah kalau halte, itu mirip dengan stasiun namun tak ada proses transit. Sedangkan stooplast itu hanyalah stasiun kecil yang melayani penumpang secara terbatas.
Salah satu stoopplast yang masih tersisa adalah stoopplast Cibiuk yang terletak di Kampung Cikuya, Desa Banjar Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Tapi, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Bekas bangunannya, memang masih berdiri dan terkadang dipakai oleh masyarakat setempat sebagai kandang ternak.
Pinggirnya sudah jadi empang. Lantainya sudah berganti menjadi lantai tanah dan tulisan Tjibiuk di papan jati dinding stoopplast juga sudah memudar.
Baca Juga: Desa Bandung Pandeglang Siap Expor Ikan Mas Sinyonya dan Udang Sawah ke Papua Nugini
Relnya menghilang entah kemana. Sekira tahun 2000-an saya masih melihat ada jembatan ka melintang di atas jalan Cibiuk- Banjar. Namun kini jembatan itu menghilang dan hanya menyisakan satu rel yang mencuat di gorong-gorong selokan.
Padahal stopplast tersebut didirikan Belanda, karena lokasinya yang strategis dengan mata air panas yang jadi tujuan para penderita penyakit kulit, agar bisa sembuh.
Hal itu diketahui, dari sebuah keterangan pada buku berjudul “Bronnen en badplaatsen in Nederl.-Indië, die tot herstel van gezondheid door Inlanders en Europeanen gebruikt worden” (Mata air dan tempat pemandian di Hindia Belanda, digunakan oleh penduduk asli dan orang Eropa untuk memulihkan kesehatan) karangan Dr. J. H. F. Kohlbrugge.
Dalam tulisannya, dokter Kohlbrugge menyatakan bahwa Di Karesidenan Banten, di bagian Pandeglang, kita menemukan mata air panas belerang. Ini terletak di Tjibioek (Cibiuk) , Kecamatan Tjimanoek (Cimanuk), berdekatan dengan Kadoe Gedong (Kadugedong) kini masuk ke wilayah Kecamatan Banjar.
Seorang warga Banjar, Kabupaten Pandeglang, Andre Sofyan mengatakan, sayang, kepopuleran mata air Cibiuk saat ini, kalah dengan mata air Cipanas yang lebih dekat dengan pusat kota.
Begitu juga dengan Kampung Cibiuk dan area sekitarnya, termasuk Stopplaast Cibiuk yang kondisinya saat ini makin memprihatinkan.
“Dulu rute angkot saja ada Pandeglang – Cibiuk, sekarang masih ada, tapi jurusannya Pandeglang – Cikeper, lewat Cibiuk,” tandasnya, Jumat (24/10/2025). (mardiana)

















