SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan menganggarkan pemberian uang kompensasi dampak negatif (KDN) kepada warga sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang. Namun, tahun ini, uang tersebut belum diterima masyarakat.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengatakan anggaran KDN tersebut berada di Dinas Lingkungan Hidup. Menurut dia, setiap warga menerima uang sebesar 250 ribu rupiah per tahun. Pada tahun 2024 lalu, warga sudah mendapatkan uang tersebut.
“Iya, yang per tahun itu juga sudah. Itu sudah dianggarkan di Dinas Lingkungan Hidup. Nanti tinggal diselesaikan. Sementara ini Rp250 ribu. Relatif itu kan tergantung kesepakatan, kalau pas tidaknya ya relatiflah,” ujarnya, Senin (3/11).
Benyamin melanjutkan, angka tersebut berdasarkan hasil kesepakatan antara masyarakat dengan pihaknya. Setidaknya, kata dia, terdapat 1.400 kepala keluarga (KK) yang menerima uang kompensasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel.
“Ya negosiasi antara warga minta berapa, kemampuan Pemda berapa, seperti itu aja. Perhitungannya bagi ya belanja masyarakat, kemudian kebutuhan-kebutuhan rutin masyarakat seperti itu. Tapi kan ininya perkaliannya per tahun nanti,” bebernya.
Benyamin melanjutkan, soal lamanya proses pencairan yang dikeluhkan warga, dirinya akan mengusahakan pemberian kompensasi tidak macet ke masyarakat.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Minta Warga Setop Kebiasaan Bakar Sampah
“Nanti saya perhatikan ke apa namanya, untuk penanganan percepatan itu ya,” katanya.
Benyamin juga menyinggung soal pembebasan lahan warga yang terdampak langsung dari TPA Cipeucang. Kata dia, ada sekitar 6 kepala keluarga (KK) dan 4.000 meter akan dibayarkan tahun ini.
“Iya, akan dibebaskan. Tahun ini 6 kepala keluarga. 4.000 meter pokoknya tahun ini Di perubahan ini dibayar. Tahun depan 2,7 hektare. Akan dibayar oleh APBD. Harga sudah, kan sudah sepakat itu harga, saya nggak tau berapa tapi sudah sepakat harganya. Tinggal dibayar aja,” bebernya.
“Dibayar tahun ini pakai APBD perubahan. Kemudian untuk tahun depan juga, saya sudah mintakan Dinas Cipta Karya untuk membangun perpipaan air bersih bagi warga masyarakat di sekitar Cipeucang. Akan dihitung nanti berapa panjang pipanya, nanti airnya akan cari sumber mata air di situ dari bawah tanahlah ya,” lanjutnya.
Ketua RT 06 RW 04, Kecamatan Serpong, Idik Tasdik membenarkan bahwa memang ada uang kompensasi senilai Rp250 ribu. Kata dia, kompensasi baru dibayarkan pada tahun lalu.
“Rp250 ribu itu baru satu kali dibayarkan, dan sekarang harusnya kedua kali tapi belum. Satu kali bulan Desember. Jadi kompensasi baru mau masuk dua tahun, karena setahun sekali,” jelasnya.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
Idik menegaskan, jumlah yang tak seberapa itu merupakan keputusan sepihak dari DLH Tangsel. Tidak ada pertemuan dengar pendapat dengan warga untuk menentukan nominal tersebut.
“Ya apa ya, mana harus lewat rekening, kerepotan juga saya ngurusinnya, ngedata. Orang LH yang ngasih segitu, tidak ada pertemuan bahas angka kompensasi. Mereka yang menentukan segitu,” ungkapnya.
Soal pembebasan lahan warga, Idik tidak mengetahui pasti apakah uang pembayaran sesuai dengan ekspektasi para warga.
“Sementara ini tidak dikasih tau, yang dikasih tau hanya yang bersangkutan. Bahkan tapi yang punya tanah lain tidak dikasih tau, masing-masing. Kalau sekarang belum ada info,” pungkasnya.
Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga masih berupaya menjajaki kerja sama dengan wilayah lain perihal pengelolaan sampah ini. Salah satunya yang sudah dijalani, adalah bersama Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Provinsi Jawa Barat.
“Kita dapat alokasi 10 ton untuk buang sampah ke sana. Cuma saya lagi melobi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor untuk dua hal. Yang pertama jatah mereka untuk buang sampah ke Lulut Nambo, serahin deh buat ke Tangsel gitu kan,” tuturnya.
Selain itu, Benyamin juga tengah mulai menjalin kerja sama lainnya ihwal pengelolaan sampah di TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
“Jadi untuk di Galuga saya akan melakukan koordinasi. Saya sudah bertemu dengan Pak Wali Kota Bogor, Pak bupati Bogor sudah ketemu, prinsipnya mereka menyambut baik, hanya untuk detail teknisnya saya akan bicarakan lebih lanjut,” ungkapnya. (eko)

















