SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, menargetkan bebas Tuberculosis (TBC) di tahun 2030 mendatang. Terkait hal itu, Gubernur Banten Andra Soni mengajak semua kabupaten/kota bekerja sama, agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat.
Sekedar diketahui, di tahun 2025 ini lebih dari 50 ribu warga Banten terkena penyakit tersebut. Pemprov Banten, saat ini tengah gencar melakukan penanganan agar semua warga Banten bisa bebas penyakit TBC di tahun 2030 mendatang.
Gubernur Andra Soni mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengatasi penyebaran penyakit TBC tersebut. Oleh karena itu, dia meminta semua pihak ikut terlibat agar penanganan bisa dilakukan secara cepat.
“Gerakan ini, tidak hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua. Dengan saling peduli dan aktif memeriksakan diri, kita bisa wujudkan Banten bebas TBC,” katanya, di acara Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC, Minggu (9/11/2025).
Andra mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memberikan penanganan dan pengobatan cepat kepada para penderita. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat seperti yang dilakukan di Kota Serang pada Minggu (9/11/2025) ini.
“Kegiatan ini menjadi ruang interaktif, antara pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kesadaran hidup sehat. Kita juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, bagi masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Andra mengatakan, warga yang terkena penyakit TBC bisa disembuhkan melalui penanganan intensif dan kedisiplinan penderita, untuk rajin meminum obat, serta dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat. Dengan begitu, penderita tidak merasa dikucilkan dan bisa melakukan pemulihan kesehatannya.
“Tadi juga sudah ada penampilan drama pendek edukatif, dari Puskesmas Unyur yang menggambarkan kisah inspiratif pasien TBC yang berhasil sembuh berkat dukungan keluarga dan tenaga medis. Penampilan ini mendapat apresiasi luas, karena mampu menyampaikan pesan kesehatan secara kreatif dan menyentuh,” tuturnya.
Andra menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten memastikan bahwa seluruh Puskesmas di wilayahnya menyediakan layanan pengobatan TBC secara gratis, dan mudah diakses bagi masyarakat.
“Kita tentu sangat berkomitmen, untuk menyelesaikan persoalan penyakit TBC ini. Makanya, kita pastikan pemberian pelayanan kesehatan atau pengobatan bagi penderita TBC ini gratis,” tukasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kampanye TOSS TBC merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor, untuk mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030.
“Kami ingin, masyarakat aktif melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan tuntas agar rantai penularan bisa dihentikan,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
Melalui program TOSS TBC, lanjutnya, Dinas Kesehatan terus menggalakkan edukasi publik tentang gejala TBC, pola hidup bersih, dan pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien. Upaya ini juga, selaras dengan gerakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan visi Banten Sehat, yang berorientasi pada pencegahan.
“Kampanye TOSS TBC di CFD Kota Serang ini, menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, untuk bersama-sama bergerak mewujudkan Banten Sehat, Faskin Kita, menuju Indonesia bebas TBC 2030,” imbuhnya.(adib)
























