SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Masih tingginya intensitas hujan yang disertai angin kencang, di wilayah Pandeglang. Diharapkan, menjadi perhatian utama bagi seluruh komponen masyarakat.
Karena, selain akan memicu terjadinya banjir atau genangan air. Juga, dimungkinkan terjadinya pohon tumbang, longsor, serta peristiwa lainnya yang dikhawatirkan akan menimbulkan korban.
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi menyatakan, pihaknya secara rutin menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mitigasi kebencanaan bersama seluruh stakeholder terkait.
Mitigasi atau antisipasi kebencanaan itu dilakukan, katanya, guna menekan jumlah korban jika terjadi bencana. Terlebih, bencana tidak dapat dihalang-halangi dan dapat terjadi kapan saja.
“Kita himbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya, dan lebih berhati-hati. Bila perlu, kurangi bepergian keluar rumah kalau tidak terlalu penting,” kata Wabup Iing, Rabu (12/11/2025).
Katanya, disaat hujan mengguyur. Tentu jalan raya akan menjadi licin, lubang yang ada di jalan tak terlihat karena tergenang air, termasuk jarak pandang juga akan berkurang.
Baca Juga: Bersama-sama Panen Raya Padi Seluas 1.500 Hektare di Carita Pandeglang
Oleh karenanya, jika terpaksa harus keluar rumah untuk beraktivitas, maka hendaknya lebih berhati-hati dan mementingkan keselamatan di jalan, bukan asal cepat sampai.
“Kecepatan berkendara, juga harus diperhatikan. Jangan karena ingin cepat sampai tujuan, lalu mengendarai motor atau mobilnya dengan kecepatan tinggi,” tambahnya.
Menurutnya, pihaknya juga memperhatikan keberadaan drainase atau gorong-gorong disepanjang jalan raya. Yang diharapkan, aliran airnya tetap lancar.
Karena ketika aliran air tidak lancar, lalu meluap ke jalan raya. Maka, situasi itu juga yang dikhawatirkan akan memicu kecelakaan lalu lintas.
“Saya juga mengimbau, bagi pengendara motor untuk beristirahat atau berhenti meneduh, jika hujannya deras dan mempengaruhi jarak pandang,” ujarnya.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan menambahkan, pihaknya juga secara intens melakukan monitoring ke lokasi-lokasi rawan bencana.
Baca Juga: Wabup Iing Janji Evaluasi Jabatan Kepala DPMPTSP dan Tertibkan Pedagang Depan Sekolah
“Kami ada Tim Reaksi Cepat (TRC), yang secara intensif memonitor titik-titik rawan bencana. Kami melakukan itu, dengan jajaran terkait lainnya seperti TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta tim relawan kemanusiaan,” ungkap Riza.
Diakuinya, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah/zona merah bencana, baik banjir, longsor, putting beliung, kebakaran, pohon tumbang, serta bencana lainnya.
Ditambahkannya, sedikitnya ada 13 kecamatan rawan banjir yaitu Kecamatan Pagelaran, Labuan, Carita, Panimbang, Cigeulis, Cimanggu, Cibitung, Cibaliung, Angsana, Sukaresmi, Patia, Cikeusik, Munjul.
Selain itu, wilayah rawan longsor seperti Kecamatan Mandalawangi, Jiput, Cimanuk, Cipeucang, Karang Tanjung, Pandeglang, Cadasari, Koroncong, Banjar, Mekarjaya dan Pulosari.
“Kami sudah siagakan semua kebutuhan penanggulangan kebencanaan, termasuk kesiapsiagaan SDM yang dibutuhkan,” imbuhnya. (mardiana)
























