SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 usai menghajar Italia 4-1 di laga terakhir kualifikasi Grup I zona UEFA. Hasil ini turut mengirim Gli Azzurri ke babak playoff.
Bertanding di San Siro, Senin (17/11/2025) dini hari WIB, Italia memimpin lebih dulu di babak pertama lewat Francesco Pio Esposito di menit ke-11. Striker Inter Milan itu menuntaskan umpan Federico Dimarco dengan tembakan mendatar dari jarak dekat.
Namun Italia gagal menambah gol dan membiarkan Norwegia bangkit di babak kedua. Antonio Nusa menyamakan skor di menit ke-63 lewat tembakan keras ke sudut kiri gawang usai menerima umpan Alexander Sorloth.
Erling Haaland lalu mencetak dua gol dalam semenit untuk membawa Norwegia menjauh 3-1. Pada menit ke-78, ia melepaskan tembakan voli ke sudut kanan usai menerima umpan Oscar Bobb untuk menjebol gawang Gianluigi Donnarumma.
Lalu bomber Manchester City itu kembali mencetak gol usai meneruskan umpan silang Morten Thorsby lewat serangan balik. Jorgen Strand Larsen mengakhiri laga dengan skor 4-1 lewat golnya di injury time babak kedua.
Saat para penonton mulai meninggalkan stadion, ia berhasil mengecoh Gianluca Mancini lalu melepaskan tembakan jarak dekat yang tak mampu dibendung Donnarumma. Norwegia pun keluar sebagai juara Grup I dengan raihan 24 poin dari delapan laga.
Ini menjadi kelolosan pertama untuk Norwegia sejak 1998, atau yang keempat kalinya secara total. Sementara Italia finis kedua dengan 18 poin dan harus menjalani playoff pada Maret mendatang untuk mengejar kelolosan pertama sejak 2014. Gli Azzurri selalu kalah di fase tersebut pada 2018 dan 2022.
Pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso menyebut para pemain asuhannya ‘ketakutan’ saat menjamu Norwegia dalam laga terakhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang berujung kekalahan telak 1-4. “Pertama-tama, kami harus meminta maaf kepada para suporter kami, karena 4-1 adalah hasil yang berat. Sangat disayangkan, babak pertama sangat bagus, kami adalah tim yang tangguh, tetapi kekecewaan terbesar adalah babak kedua tidak sesuai standar tersebut,” ujar Gattuso kepada RAI Sport.
“Selamat untuk Norwegia, tetapi kami memulai lagi dari babak pertama, di mana kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, lalu kami kesulitan setelah jeda.”
“Kami kehilangan formasi, karena di babak pertama kami menekan dengan cara yang benar, lalu kami mulai kehilangan bola dengan terlalu mudah, memberi Norwegia ruang bermain. Kami kehilangan bola, salah umpan, dan terdesak, itulah yang terjadi.”
“Kami harus mengulang performa di babak pertama, ketika kami solid, di posisi yang tepat, tetapi begitu lawan menciptakan peluang, kami mulai takut. Di situlah kami harus berubah dan berkembang, kami ketakutan,” jelas Gattuso.
Hasil ini juga membuat Gennaro Gattuso khawatir. “Menurut saya ini bukan karena masalah fisik. Karena setelah jeda, dalam 30 detik, kami membiarkan mereka punya peluang, lalu mundur, dan mereka mulai mengambil kendali,” kata Gattuso dikutip Football Italia.
“Lalu kami mulai berlari ke arah yang berbeda, kami bermain menurut kekuatan mereka dan mereka melukai kami. Ini bukan masalah kebugaran.”
“Ini mengkhawatirkan ya, saya hipokrit kalau bilang sebaliknya. Sekarang kami tak akan berjumpa dulu satu sama lain selama tiga bulan, bukan berarti butuh waktu lama untuk untuk menyadari kami diberi pelajaran hari ini.”
“Laga seperti ini tak seharusnya berakhir dengan kekalaha 4-1. Ada pemain-pemain lawan yang bisa membalikkan keadaan dalam lima menit. Gol ketiga lawan itu paling menyebalkan, tapi kami harus melihat ke depan. Kami tak bisa mengharapkan nol shot on target, tapi kami harus bisa bereaksi ketika mereka melakukannya, bukan malah seperti kami hari ini.”
Sementara itu, tuntas sudah penantian panjang Timnas Norwegia. Setelah hampir 30 tahun menunggu, negara Skandinavia itu lolos lagi ke Piala Dunia. “Ketika saya melihat hasil undian, saya yakin betul Italia bakal lolos, tapi malah kami jadi juara grup dan kami bangga sekali. Saya meminta pengorbanan pemain selama kualifikasi ini dan mereka membalasnya lebih banyak. Mereka luar biasa,” ujar pelatih Norwegia, Stale Solbakken, di situs resmi UEFA.
Solbakken juga jadi anggota skuad Norwegia di Piala Dunia 1998. Berposisi sebagai gelandang tengah, Solbakken bermain dua kali dari tiga laga fase grup dan meloloskan Norwegia ke babak knockout.
Saat itu Norwegia jadi runner-up dengan lima poin, di bawah Brasil yang meraih enam poin. Kelolosan Norwegia kala itu dipastikan lewat kemenangan mengejutkan 2-1 atas Brasil di matchday terakhir grup. (dm)
Daftar 32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Amerika Utara dan Tengah (tuan rumah): Kanada, Meksiko, Amerika Serikat
Eropa: Inggris, Prancis, Kroasia, Portugal, Norwegia
Asia: Australia, Iran, Jepang, Yordania, Korea Selatan, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan
Afrika: Aljazair, Cabo Verde, Pantai Gading, Mesir, Ghana, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, Tunisia
Amerika Selatan: Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Uruguay
Oseania: Selandia Baru