KOTA TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali menggelar Penganugerahan Lomba Karya Tulis Inovasi (LKTI) Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada para akademisi, peneliti dan masyarakat yang telah berkontribusi menghadirkan ide serta gagasan pembangunan bagi kemajuan Kota Tangerang.
Acara penganugerahan yang memasuki tahun keempat pelaksanaannya ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin, di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Senin (3/11/25).
Wali Kota Sachrudin menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang terus menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan kota melalui karya tulis inovatifnya. Inovasi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Masukan dari para peserta lomba ini sangat berarti. Gagasan dan hasil penelitian mereka bisa menjadi inspirasi, bahkan dasar dalam penyusunan program pembangunan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti menjelaskan, penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Inovasi tahun ini diikuti oleh 100 peserta, meningkat signifikan dari 65 peserta pada tahun 2024.
“Alhamdulillah, minat masyarakat meningkat pesat. Peserta didominasi oleh kalangan akademisi yang memiliki latar belakang penelitian dan sistematika karya tulis yang kuat,” terang Yeti.
Baca Juga: Putusan MK dan Harapan Baru Perempuan, Dunia Politik Indonesia Lebih Berwarna
Ia juga menyebutkan, karya tulis terbaik dari para pemenang akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan target-target yang tertuang dalam RPJMD Kota Tangerang.
“Banyak karya yang relevan dengan isu pembangunan kita, seperti pengelolaan sampah, deteksi dini bencana, hingga penanganan stunting. Semua hasil inovasi ini sangat bermanfaat sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan,” katanya.
Pada ajang tahun ini, Pemkot Tangerang melalui Bappeda memberikan penghargaan dan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp4 juta untuk juara kedua, dan Rp3 juta untuk juara ketiga.
Sebagai penutup, Yeti menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga semangat inovasi dan kolaborasi di Kota Tangerang.
“Melalui karya tulis, inovasi itu tumbuh. Dan dari inovasi, lahirlah perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sampai jumpa di Lomba Karya Tulis Inovasi Tahun 2026,” tutupnya. (adv)
























