SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Multi Peran Perempuan dalam Bingkai Hari Ibu serta Peran Ayah dalam Kesejahteraan Emosional dan Psikologis Anak”, pada Kamis (20/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution itu disebut sebagai momentum memperingati Hari Ayah sekaligus Hari Ibu. Dengan diperingati secara bersamaan, menegaskan pentingnya kolaborasi peran kedua orang tua dalam pengasuhan anak.
Kepala PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Wiwi Siti Sajaroh menegaskan bahwa penggabungan peringatan Hari Ayah dan Hari Ibu tersebut dimaksudkan untuk menguatkan kesadaran bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak.
”Ayah dan ibu itu adalah satu kesatuan yang sangat dibutuhkan dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Pengasuhan tidak bisa hanya dibebankan pada ibu. Keduanya harus saling bergandengan,” ujarnya di lokasi.
Wiwi juga menyoroti fenomena fatherless, kurangnya kehadiran figur ayah dalam keluarga yang menurutnya berdampak langsung pada perkembangan emosional anak. Ia menegaskan bahwa peran ayah dan ibu bersifat mubadalah atau saling melengkapi, kecuali aspek-aspek kodrati seperti melahirkan atau menyusui.
Wiwi menyebutkan bahwa salah satu tantangan terbesar pengasuhan saat ini adalah paparan gadget pada anak. Ia menilai bahwa orang tua perlu memahami teknologi alih-alih sekadar membatasi.
”Tidak mungkin kita menghilangkan gadget. Tetapi bagaimana bisa beradaptasi dengan yang benar. Nah inilah mungkin antara kebersamaan, kerjasama antara ayah dan ibu di rumah,” sebutnya.
”Makanya kita harus mengetahui bagaimana cara mengatasi anak-anak yang punya ketergantungan misalnya, yang memang masanya-masanya harus mengenal,” sambungnya.
Ia menambahkan, jangan sampai anak-anak kehilangan interaksi bermain dengan orang tua karena kesibukannya. Sehingga, gadget menjadi pelarian utama sang anak. Disisi lain, Wiwi mendorong orang tua untuk terus belajar melalui pelatihan digital parenting agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.
”Anak itu perlu bermain, perlu aktivitas fisik. Jangan sampai semua sibuk, lalu anak mencari kegiatan sendiri lewat layar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Habib Husein Ja’far menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam pengasuhan, baik kehadiran fisik maupun spiritual.
”Yang paling penting bagi orang tua kepada anaknya saat ini adalah kehadiran. Namun riset menunjukkan rata-rata waktu kehadiran ayah dan ibu secara fisik dengan anak di Indonesia kurang dari setengah jam per hari,” bebernya.
Ia mengajak orang tua untuk mengembalikan kesakralan hubungan dengan anak melalui interaksi langsung, bukan hanya kehadiran yang teralihkan oleh gawai.
Peran ayah dan ibu tidak dapat dipisahkan dalam membentuk kesejahteraan psikologis dan emosional anak. Keduanya harus berjalan berdampingan, saling melengkapi, dan beradaptasi dengan tantangan zaman, terutama perkembangan teknologi digital. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























