SATELITNEWS.COM, SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, angkat bicara terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang tahun 2026, yang sudah dua kali batal ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang.
Kata Zaldi, pembahasan RAPBD masih ada waktu mengingat batas akhirnya sampai 30 November. Adapun pembahasan lanjutan RAPBD 2026 sendiri, sudah dibicarakan dengan pimpinan DPRD, Banggar dan TAPD, akan rapat lanjutan pada 25 November.
“Sudah sepakat dengan Ketua Dewan, Wakil, 25 November Banggar-TAPD (pembahasan) dan Paripurna 27 November. Jadi semuanya masih on the track, bahkan Pemda lain ada yang baru paripurna tanggal 28 November,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Soal tudingan komunikasi yang buruk atau dianggap tidak kooperatif oleh DPRD, Zaldi memastikan, selama ini setiap kali kegiatan rapat TAPD dengan banggar, dirinya selalu hadir.
“Kayaknya belum pernah rapat TAPD – Banggar, Ketua TAPD tidak hadir. Bisa dicek di dokumentasi dan absen,” ujarnya.
Untuk rapat TAPD dengan Banggar sendiri, yang sudah dilakukan pertama membahas soal KUA PPAS 1 kali, dan RAPBD 2026 ada dua kali termasuk yang dijadwalkan 25 November.
Baca Juga: Kondisi Bangunan Rusak Berat, Kantor BPBD Kabupaten Serang Akan Dipindahkan
“Saya percaya, eksekutif dan legislatif tetap komitmen untuk mendukung pembangunan Kabupaten Serang,” tandasnya.
Sementara, sebelumnya Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas mengatakan, batalnya penetapan APBD Kabupaten Serang tahun 2026 hingga dua kali karsn Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dinilai tidak kooperatif, karena selalu mangkir saat melakukan rapat pembahasan.
“Komunikasi Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sangat buruk dengan Badan Anggaran,” ujar Anas.
Anas menuturkan, bahwa akibat tidak kooperatifnya Sekda Kabupaten Serang, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui postur APBD tahun 2026. Karena pembasahan APBD Kabupaten Serang baru di laksanakan satu kali di salah satu Hotel di Tangerang, sekitar satu bulan lalu.
Itu pun baru membahas soal pendapatan, sementara postur anggaran lainnya seperti, belanja modal belum ada pembahasan.
“Jadi bicara APBD 2026 itu pembahasannya masih panjang, namun kita sangat menyayangkan komunikasi yang dibangun oleh pak sekda, komunikasinya gak baik, berbeda dengan Plt Sekda sebelumnya,” kata Anas.
Baca Juga: PT BPR Serang Berpeluang Kelola Siltuntif Desa
Politisi partai Demokrat ini menilai, jika komunikasi yang dibangun oleh Sekda dan Badan Anggaran seperti ini maka tidak akan menemukan titik temu.
“Di jadwal itu kan rapat paripurna DPRD APBD 2026 pada tanggal 13 Nomber dan 20 November,” tuturnya,” pungkasnya. (sidik)
























