SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian di Provinsi Banten. Hal itu bukan tanpa sebab, orang nomor satu di Banten ini memiliki harapan agar para petani bisa hidup lebih sejahtera.
Harapan tersebut bukan hanya sekedar isapan jempol, karena sejak awal dilantik sebagai Gubernur Banten, Andra Soni sudah merancang program kerja sebagai upaya meningkatkan perekonomian para petani.
Program itu yakni, dilaksanakannya proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang tersebar diberbagai wilayah di Banten.
Program itu bukan hanya sekedar membangun jalan, melainkan memberikan kemudahan akses petani untuk mengangkut hasil panen mereka, sekaligus memangkas biaya tambahan operasional. Dengan begitu, pendapatan para petani dari hasil bumi bisa semakin meningkat.
Selain itu, Gubernur Banten juga terus mengupayakan agar tidak lagi terjadi penyempitan lahan pertanian, serta memaksimalkan setiap lahan persawahan yang ada, agar perekonomian para petani bisa terus meningkat dan sejahtera.
Lahan pertanian merupakan aspek penting di Banten, karena mayoritas lahan yang ada merupakan areal persawahan yang digarap masyarakat. Meskipun, lahan tersebut terus mengalami penyempitan, karena dampak pengembangan industri manufaktur.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Diketahui, selama tahun 2024, sedikitnya lahan pertanian di semua wilayah Provinsi Banten yang berkurang sampai 34,6 ribu hektare. Akibat hal itu, banyak masyarakat yang kehilangan lahan dan sulit secara ekonomi, walaupun pada dasarnya mereka sendiri yang menjual lahan itu.
Duni pertanian, kini menjadi perhatian utama Pemprov Banten, karena sejalan dan searah dengan arah pembangunan Pemerintah Pusat yang mewacanakan swasembada pangan. Program itu, mengharuskan pemerintah untuk menjaga dan memaksimalkan lahan pertanian, agar stok pangan tetap aman dan stabil.
Hingga tahun 2024 lalu, Pemprov Banten mencatat luasan lahan baku sawah di semua wilayah Provinsi Banten seluas 197.845 hektare. Di Kabupaten Lebak seluas 52.052 hektare, Kabupaten Pandeglang 52.373 hektare, Kabupaten Serang 48.050 hektare.
Selanjutnya, di Kabupaten Tangerang 36.712 hektare, Kota Cilegon 1.151 hektare, Kota Serang 7.353 hektare, Kota Tangerang 183 hektare, sedangkan Kota Tangerang Selatan, tidak ada lahan pertanian.
Sedangkan untuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Lebak, seluas 46.433,07 hektare dari 52.062 hektare, Kabupaten Pandeglang 49.047,98 hektare dari 52.373 hektare, Kabupaten Serang 37.536,79 hektare dari 48.050 hektare.
Kemudian di Kabupaten Tangerang, seluas 15.218,60 hektare dari 36.712 hektare, Kota Cilegon 947,67 hektare dari 1.151 hektare, Kota Serang 6.738,74 hektare, sedangkan untuk Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tidak ada LSD.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Dari jumlah itu, luasan lahan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di Lebak 27.987,96 hektare, Pandeglang 45.704,80 hektare, Serang 32.238,76 hektare, Kabupaten Tangerang 13.926,28 hektare, Cilegon 303,79 hektare, Kota Serang 3.054,87 hektare.
Andra Soni mengatakan, Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah potensial dalam mengembangkan sektor pertanian, karena memiliki lahan yang luas dan tersebar diberbagai daerah. Terkait hal itu, pihaknya sudah merancang program kerja untuk melindungi para petani dan meningkatkan perekonomian mereka.
“Sektor pertanian kota sangat potensial. Makanya, kita fokus untuk memperkuat sektor pertanian, karena bisa menjadi jaminan ketahanan pangan. Nah ini kan sejalan dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya, Senin (1/12/2025).
Ada beberapa program kerja pembangunan, untuk memaksimalkan sektor pertanian tersebut, diantaranya melalui program JUT. Program itu, menjadi salah satu program unggulan dan prioritas, untuk mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.
“Infratruktur pertanian yang memadai, bisa menjadi salah satu jembatan kemajuan pertanian di Banten, selain menjamin kemudahan mendapatkan pupuk dan benih padi. Infrastruktur yang baik, tentunya akan memudahkan para petani,” pungkasnya.
Ditahun ini, Pemprov Banten menargetkan bisa membangun JUT sepanjang 80 kilometer, dan tersebar di semua wilayah di Banten. Jalan itu, bisa memudahkan para petani mengangkut hasil panen dan menekan biaya tambahan operasional.
“Tahun ini sudah berjalan program itu, kita juga bangunkan atau perbaiki jaringan irigasi yang rusak. Jadi bukan hanya jalan, tetapi sarana dan prasarana penunjang pertanian juga kita perbaiki,” paparnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut, sepenuhnya untuk kepentingan para petani agar bisa lebih sejahtera.
Pembangunan itu dimulai secara aktif, ditahun 2025 dimasa kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni. Melalui program JUT, biaya tambahan produksi yang biasanya dikeluarkan para petani bisa dipangkas, sehingga perekonomian petani bisa lebih stabil.
“Kita telah tetapkan, adanya konsep penguatan ketahanan pangan, khususnya sektor pertanian. Program pembangunan yang kita kerjakan, sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraaan dan perekonomian para petani,” imbuhnya. (adib)
























