SATELITNEWS.COM, LEBAK – Seorang ibu hamil asal Kabupaten Lebak yang hendak berobat ke Rumah Sakit Kartini diduga ditolak oleh petugas kesehatan dengan alasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh.
Informasi ini diketahui setelah beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang perawat di RS Kartini, didampingi beberapa petugas jaga, memberikan penjelasan kepada salah seorang kerabat pasien.
Dalam video berdurasi 39 detik tersebut, perawat berseragam merah hati tampak menjelaskan kepada seorang pria bahwa IGD di rumah sakit tersebut sedang penuh.
“Bapak jangan divideo dulu ya, saya jelaskan dulu. UGD kita sedang penuh ya, Pak. UGD kita sedang penuh,” ucap perawat dalam video tersebut.
Penjelasan itu sempat terhenti setelah beberapa petugas meminta keluarga pasien untuk menghentikan perekaman. Situasi sempat memanas antara petugas dan keluarga pasien.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (1/12/2025). Pasien bernama Siti Rohmah (33), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Ibu hamil tujuh bulan tersebut mengaku bukannya mendapat pelayanan, tetapi justru diminta pulang dengan alasan IGD penuh.
Baca Juga: Komisi III DPRD Lebak Kecam Dugaan Penolakan Pasien Hamil oleh RS Kartini
Budi, suami Siti, menceritakan bahwa istrinya berada dalam kondisi lemah akibat asam lambung kambuh. Ia menilai tindakan petugas rumah sakit tidak manusiawi karena tetap meminta istrinya pulang meski dalam kondisi darurat.
“Sebelum ke RS, istri saya sudah berobat ke mantri kampung dan dipasang infus dua botol, tapi kondisinya belum membaik. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saya memutuskan membawa istri saya ke RS Kartini,” ujar Budi, Selasa (2/12/2025).
Namun harapan Budi pupus saat tiba di RS Kartini. Siti yang sedang hamil tujuh bulan mengaku tidak mendapat pemeriksaan awal ataupun penanganan pertama.
“Istri saya hamil tujuh bulan, saya takut dengan kondisi janinnya. Perutnya sudah mulai kram. Tapi mereka bilang ruangan penuh. Saya bilang tidak apa-apa menunggu, asal diperiksa dulu. Tapi tetap tidak dilayani,” tuturnya lirih.
Budi mengatakan, ia sangat kecewa dengan pelayanan RS Kartini yang dinilainya mengabaikan kondisi darurat, terlebih terhadap ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.
“Jelas saya kecewa. Saya pikir tetap bisa diperiksa dulu, karena saya takut terjadi sesuatu pada janin,” katanya.
Baca Juga: Begini Klarifikasi Pihak RS Kartini Lebak Terkait Tudingan Penolakan Pasien
Setelah ditolak, Budi langsung membawa istrinya ke RSUD Adjidarmo. Di rumah sakit tersebut, Siti langsung mendapatkan penanganan medis meski petugas juga menyampaikan bahwa ruang perawatan sedang penuh.
“Alhamdulillah, begitu sampai di Adjidarmo langsung ditangani. Padahal mereka bilang ruangan juga penuh,” ujarnya. Sementara hingga berita ini dipublikasi, SatelitNews.Com belum mendapat klarifikasi dari pihak RS Kartini. (mulyana)
























