SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten dimasa kepemimpinan Andra Soni, menaruh perhatian serius terhadap destinasi wisata di Banten. Tindakan itu dilakukan, karena pariwisata di Banten sangat menjanjikan dan bisa menjadi sarana pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ditahun 2026 nanti, ada beberapa lokasi wisata yang bakal dilakukan penataan hingga pembangunan besar-besaran di wilayah Kabupaten Pandeglang. Lokasi itu seperti, Curug Ciputri di Kecamatan Carita, Pemprov Banten bahkan mengalokasikan sebesar Rp200 Miliar untuk membangun dan menata lokasi itu.
Anggaran sebesar itu, sepenuhnya untuk membangun kawasan lokasi Curug Ciputri, mulai dari sarana dan prasarana infrastruktur penunjang, hingga fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Proyek itu, rencananya akan dilakukan dengan metode Multi Years selama periode Gubernur Andra Soni.
Selain lokasi itu, Pemprov Banten juga bakal melakukan penataan terhadap kawasan wisata Curug Cimanggung di Kecamatan Carita. Dilokasi itu, Pemprov Banten terlebih dahulu akan membangun infrastruktur jalan menuju kawasan wisata, karena kondisinya rusak parah.
Dari enam kilometer jalan menuju lokasi curug, sepanjang 1,6 kilometer dalam kondisi rusak parah, dan membutuhkan perbaikan cepat. Ditahun 2026 nanti, jalan tersebut akan dibangun dengan cara betonisasi agar akses masyarakat dan wisatawan bisa semakin mudah, tidak memakan waktu banyak.
Dua lokasi di Kecamatan Carita itu, menjadi perhatian pembangunan Gubernur Banten Andra Soni, bahkan masuk enam besar skala prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Banten tahun 2024-2029.
Baca Juga: Temui Gubernur Banten, Kapolda Sampaikan Ini
Destinasi wisata sengaja dimasukan dalam skala prioritas pembangunan di Provinsi Banten, karena memiliki banyak potensi dan lokasi yang bisa menarik wisatawan. Meskipun belum terkelola dengan optimal, karena adanya keterbatasan anggaran dan kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kabupaten/kota dan Pemprov Banten.
Ratusan tempat wisata yang ada di Provinsi Banten itu, bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjanjikan apabila bisa dikelola dengan baik, terlebih saat ini kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih dan berdampak terhadap pendapatan daerah.
Gambaran umum pendapatan yang bisa didapat Pemprov Banten, apabila semua potensi pariwisata tersebut dikelola dengan baik, bisa mencapai lebih dari Rp2 Triliun setiap tahunnya.
Oleh karena itu, Gubernur Banten Andra Soni memiliki keyakinan pengembangan destinasi wisata bisa menjadi salah satu pintu meningkatnya pendapatan daerah, dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Andra Soni mengatakan, saat ini pihaknya dalam tahap pematangan perencanaan dan pengalokasi anggaran, untuk pembangunan destinasi wisata yang menjadi kewenangan Pemprov Banten. Tindakan itu dilakukan, untuk kepentingan masyarakat dan dalam upaya menambah PAD.
“Kita bahas dan kita matangkan perencanaannya, ada beberapa lokasi yang akan kita bangun dan kita perbaiki. Sehingga, destinasi wisata di Banten bisa menjadi primadona dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun Depan, Pemprov Banten Berkomitmen Perluas Program Banten Ramah
Andra mengatakan, ada beberapa program pembangunan lokasi wisata yang akan dilakukan, salah satunya melalui program Bang Andra. Kebijakan itu dirancang untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar infrastruktur, yang berdampak langsung pada mobilitas warga.
Perbaikan ini dinilai krusial, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga bagi sektor pendidikan dan pertanian. Sehingga, efek domino dari pembangunan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan pusat perekonomian baru.
”Yang utama adalah, akses jalan diperbaiki agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, hingga wisatawan. Kita siapkan skemanya melalui hibah. Namun, saya minta masyarakat juga ikut menjaga fasilitas ini, setelah terbangun,” ungkapnya.
Selain aspek fisik infrastruktur, Andra Soni menyoroti pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan budaya pelayanan, atau hospitalit di kawasan wisata.
Oleh karena itu, Gubernur menyampaikan kepada warga terkait perbaikan jalan akan dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan.
”Jangan sampai, wisatawan pulang membawa kesan buruk. Jika jalannya sudah bagus, hindari kesan parkir mahal, pelayanan tidak ramah, atau lingkungan yang kotor. Soal retribusi parkir, sebaiknya dibuatkan Peraturan Desa (Perdes), agar jelas payung hukumnya,” paparnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengajak masyarakat dan pengunjung untuk aktif mempromosikan destinasi wisata yang ada di Pandeglang.
Oleh karena, Pemprov Banten bakal melakukan penataan ditahun 2026, sekaligus akan segera melakukan pembangunan di lokasi wisata.
”Mari berwisata, berswafoto, dan jangan lupa mengunggahnya. Langkah kecil ini, sangat membantu memperluas informasi dan meningkatkan kunjungan wisata. Karena kita juga akan segera melaksanakan pembangunan dan penataan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, data teknis terkait rencana perbaikan. Arlan menyebutkan, total panjang jalan menuju Curug Cimanggung mencapai kurang lebih enam kilometer, dengan 1,6 kilometer di antaranya dalam kondisi rusak.
”Penanganan jalan akan disesuaikan dengan kontur dan kondisi tanah yang bervariasi, mulai dari penggunaan paving block, beton, hingga aspal. Tujuannya agar konstruksi lebih awet. Titik-titik kritis akan menjadi prioritas, namun kami tetap memperhatikan pemerataan di setiap wilayah,” imbuhnya. (adib)

















