SATELITNEWS.COM, SERANG–Hasil pemeriksaan forensik terhadap empat petani korban sambaran petir di Kecamatan Kasemen, Kota Serang selesai dilakukan. Tim dokter menyimpulkan keempatnya positif meninggal karena sambaran petir dengan bukti penguatannya berupa luka bakar khas pada tubuh korban.
Pelaksanaan forensik sendiri dilakukan oleh tim dokter dari RSUD Drajat Prawiranegara, Serang. Untuk kemudian keempat jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.
Kapolsek Kasemen Iptu Nasihin menceritakan peristiwa itu bermula ketika sembilan petani warga Kelurahan Badamussalam, Kecamatan Kasemen Kota Serang sedang membersihkan rumput liar di sawah. Tepat sekitar pukul 15.00 WIB hujan turun. Para petani pun memilih berisitirahat di sebuah gubuk kecil yang berada di tengah sawah.
Hujan semakin besar dan cuaca semakin buruk. Beberapa kali petir menyambar. Sampai sekitar pukul 17.15 WIB, petir menyambar gubuk kecil tempat mereka beristirahat. Empat orang dinyatakan meninggal dunia yakni AH (48), SN (52), AW (37), dan RF (48).
Ada pun lima korban selamat yang mengalami luka-luka adalah SM (27), BH (60), SY (55), AK (55), dan TH (44).
Salah satu korban yang masih mampu berjalan kemudian bergegas ke permukiman warga untuk meminta bantuan. Sementara korban lainnya terpental dan tergeletak di sekitar gubuk.
“Kelima korban yang selamat masih dilakukan perawatan karena mengalami luka bakar, dua orang di antaranya dirawat di RSDP Serang, dan tiga orang lainnya di RSUD Kota Serang. Sejauh ini kondisi stabil hanya masih syok,” katanya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi memastikan tanggungan seluruh biaya baik pengobatan maupun pemakaman para korban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warganya yang kurang mampu.
“Saya nengok dua rumah sakit. Tiga orang dibawa ke RS Derajat (RSDP), satu meninggal dan dua selamat. Sudah saya tengok dan semuanya sudah diurus tanpa biaya,” katanya.
Selain di RSDP, dia juga memastikan seluruh biaya perawatan di RSUD Kota Serang telah ditanggung sepenuhnya. Dirinya memastikan tidak ada biaya karena warga ketakutan, mereka menelepon Budi langsung.
“Ada yang sadar, ada yang tidak sadar. Intinya semua lagi diobatin dan ditangani dengan baik. Dokternya ketemu saya. Ada yang kelelahan, ada yang masih bisa gerak dan ngobrol,” tuturnya.
Wali Kota Serang juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Serang untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sering disertai hujan lebat dan petir.
“Kalau cuaca seperti ini, lebih baik pulang dan berlindung. Hujan disertai petir itu bahaya. Saya berharap seluruh warga Kota Serang jangan dulu keluar atau beraktivitas ketika cuacanya buruk,” ucapnya. (luthfi)