SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim masih terus berkoordinasi dengan BRIN terkait penertiban pagar dan gerbang di kawasan Jalan Puspitek, yang sempat memicu protes warga beberapa waktu terakhir.
Menurut Pilar, penertiban berupa pencopotan pagar yang dilakukan Satpol PP Tangsel, pada Senin (1/12/2025) merupakan langkah untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka.
“Jadi memang Satpol PP ini melakukan penertiban terkait pagar yang ada di jalan Puspiptek. Tapi sampai sekarang Pemkot Tangsel sama provinsi masih komunikasi sama BRIN. Ya mudah-mudahan ada titik teranglah ya supaya segera selesai,” ujar Pilar, Rabu (3/12).
Ia memastikan tidak ada lagi penutupan akses jalan seperti sebelumnya. Namun, lanjut Pilar pihaknya tetap mendorong kepastian jangka panjang agar masyarakat tidak lagi khawatir.
“Tapi sejauh ini sudah tidak ada lagi penutupan ya. Kalau penutupan itu sudah tidak ada lagi tapi kita pastikan warga masyarakat membutuhkan kepastian apakah ke depannya itu akan ditutup atau apa. Jadi kami berharap dengan aset provinsi ini tidak ada penutupan lagi kedepannya,” paparnya.
Pilar juga berharap Direktur BRIN dapat memahami situasi yang sudah terjadi dan mengambil keputusan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
“Karena pak Gubernur dan pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa fokus kita pelayanan kepada masyarakat. Kita sebagai pemerintahan hadir sebagai memberi pelayanan untuk masyarakat, jangan sampai nanti dengan adanya penutupan, malah jadi merugikan aktivitas sehari-hari masyarakat dan ekonomi,” jelasnya.
Terkait pembongkaran gerbang, Pilar menjelaskan bahwa pencopotan sudah dilakukan, dan proses penataan selanjutnya menunggu koordinasi lebih lanjut.
“Kita berharap mudah-mudahan dari BRIN juga bisa melakukan pencopotan, kemarin sudah pencopotan gerbangnya, kapan lagi dari mereka terjadwalkan untuk ya dibersihkan ya seperti itu. Tapi ini koordinasi dengan BRIN terus berjalan supaya dia instansi ini, antar pemerintah daerah dengan BRIN inikan ya bukan bermusuhan ya, kita sama-sama memikirkan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa jalan tersebut sudah digunakan masyarakat sejak lama. Bahkan, menurut cerita Wali Kota, akses itu sudah sulit dilalui sejak beliau masih kecil.
“Coba kita cari jalan tengahnya ya supaya masyarakat ini nyaman, seperti aja karenakan jalan itu ya saya dengar dari jalan pak walikota saja, beliau cerita waktu kecil dari SD aja susah lewat jalan itu, artinya kan sudah eksis buat masyarakat,” katanya.
Tentang tuntutan warga terkait pembongkaran tugu atau batas wilayah, Pemkot mengaku telah menerima aspirasi tersebut. Sementara itu, merespons ultimatum warga yang memberikan batas waktu hingga Januari sebelum menggelar aksi massa lebih besar, Pilar menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong BRIN agar dapat memberikan solusi.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
“Kemarin sudah kita terima, jadi sekarang kita tunggu arahan dari pak walkot terkait langkah untuk gerbang batas selamat datang ini,” sebutnya.
“Kita sudah menyampaikan kepada BRIN ya mudah-mudahan dengan sendirinya bisa melakukan penataan supaya masyarakat juga tenang, kita antara instansi pemerintah itu jangan juga bersitegang karena saya yakin BRIN hadir buat masyarakat juga,” lanjut Pilar.
Diketahui, warga Muncul kembali mendatangi Pemkot Tangsel, pada Senin (1/12/2025). Dalam demonstrasi itu mereka menagih janji penyelesaian persoalan yang dianggap sudah terlalu lama dibiarkan.
Puluhan warga yang awalnya berorasi pun akhirnya diperbolehkan masuk untuk melakukan mediasi. Pertemuan itu berlangsung secara perwakilan dan tertutup didalam yang dihadiri Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ayep, dan Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel, Robby Cahyadi. (eko)
























