SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten, mengevaluasi Pasar Pangan Aman Segar Banten (PASEBAN). Kegiatan itu dilakukan, sebagai upaya pengawasan keamanan pangan segar lintas daerah kabupaten/kota tahun 2025.
Acara itu, melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kota Serang dan Kabupaten Tangerang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang dan Kabupaten Tangerang, UPT Pasar Kota Serang, Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, pengelola PASEBAN Pasar Kepandean dan Pasar Kelapa Dua, serta Tim Terkoordinasi Pembina PASEBAN.
Dalam kegiatan itu, disampaikan berbagai hal mengenai perkembangan pasar, mulai dari kendala lapangan, capaian, program, sampau pengembangan PASBEAN untuk kedepannya. Pesan itu disampaikan oleh pihak UPT Pasar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, serta PT Pawon Gemilang Rasa.
Kepala DKP Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, tujuan utama dilakukannya kegiatan itu untukengetahui pelaksanaan program PASEBAN di Pasar Kepandean Kota Serang dan Pasar Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.
“Kita ingin tahu perkembangannya bagaimana, kemudian kendalanya apa saja. Akhirnya kita tahu apa saja yang terjadi dilapangan. Informasi itu menjadi bahan evaluasi kita ke depan agar lebih baik lagi,” katanya, Jumat (5/12/2025).
Nasir mengatakan, target utama dari evaluasi yang dilakukan instansinya untuk memastikan program berjalan baik sehingga berdampak terhadap aktivitas pasar dan para konsumen yang biasa datang ke pasar.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Provinsi Banten Diperketat
“Kita ingin meningkatkan komitmen pedagang dalam menyediakan pangan yang aman, segar, dan berkualitas. Serta menyusun rekomendasi strategis untuk penguatan program pada tahun berikutnya,” tambahnya.
Nasir mengatakan, melalui kegiatan PASEBAN, DKP Provinsi Banten terus mendorong terciptanya pasar rakyat yang lebih higienis, aman, dan ramah bagi konsumen.
Evaluasi ini juga, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar instansi, pengelola pasar, dan pelaku usaha, agar keamanan pangan menjadi tanggung jawab bersama.
“Hal itu, sejalan dengan kampanye kalau tidak aman bukan pangan dan keamanan pangan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
“Kami akan terus meningkatkan pembinaan, monitoring, dan pendampingan kepada pasar-pasar penerima program, sebagai upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pangan segar yang aman di seluruh wilayah Banten,” tutupnya. (adib)
























