SATELITNEWS.COM, SERANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten tahun 2025, diklaim mengalami peningkatan sekira 0,90 poin atau 1,18 persen, dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tahun 2024 lalu, IPM Provinsi Banten hanya sekira 76,35 persen, sedangkan di tahun 2025 nilainya naik menjadi 77,25 persen.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, pertumbuhan IPM 2025 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM, mengalami peningkatan.
Umur harapan hidup bayi yang lahir pada 2025 sebesar 75,33 tahun, meningkat 0,36 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun pada 2025 meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,10 tahun menjadi 13,11 tahun.
Sementara itu, rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,33 tahun, dari 9,23 tahun menjadi 9,56 tahun pada tahun 2025.
Baca Juga: Atas Temuan BPK, Pemprov Banten Lakukan Perbaikan
Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun atau yang disesuaikan, pada 2025 meningkat sebesar 401 ribu rupiah menjadi 13,50 juta rupiah atau tumbuh 3,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan ditahun 2024 lalu, IPM Provinsi Banten telah mencapai 76,35 atau meningkat 0,58 poin dibandingkan tahun lalu yang sebesar 75,77. Peningkatan IPM 2024 terjadi pada semua dimensi pembentuk IPM, terutama standar hidup layak dan pengetahuan.
Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun pada tahun 2024 meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,09 tahun menjadi 13,10 tahun.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,08 tahun, dari 9,15 tahun menjadi 9,23 tahun pada tahun 2024.
Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) pada tahun 2024 meningkat 496 ribu rupiah atau 3,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan ditahun 2023 lalu, IPM Provinsi Banten sekira 75,77 atau meningkat 0,52 poin dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 75,25. Peningkatan IPM 2023 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak.
Baca Juga: CKG di Banten, Temuan Hipertensi dan Diabetes Paling Dominan
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2023 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 74,77 tahun, meningkat 0,31 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya yang sebesar 74,46.
Sumber data umur harapan hidup saat lahir sebut BPS, menggunakan hasil Long Form SP2020 (SP2020-LF).
Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,05 menjadi 13,09 tahun.
Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,02 tahun, dari 9,13 tahun menjadi 9,15 tahun pada tahun 2023. Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret.
Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun atau yang disesuaikan sebesar 12,60 juta atau meningkat 385 ribu rupiah 3,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan terhadap berbagai aspek, salah satunya terkait angka harapan hidup, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya. Hal itu terbutki dengan terus meningkatnya IPM di Provinsi Banten.
“IPM kita alhamdulillah terus mengalami peningkatan. Artinya, terus ada perbaikan dan peningkatan baik dari segi perekonomian, angka harapan hidup, kesejahteraan dan lainnya. Itu terjadi di Provinsi Banten,” katanya, Minggu (7/12/2025).
Andra mengaku, pihaknya akan terus menggulirkan program kerja pembangunan yang pro rakyat agar masyarakat Banten bisa terus sejahtera. Program kerja tersebut telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Banten tahun 2024-2029.
“Banyak program kerja yang sudah kita buat dan kita kerjakan agar kesejahteraan masyarakat terus membaik. Mulai dari pembangunan sarana dan prasana infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lainnya,” tambahnya.
Andra menegaskan, Pemprov Banten terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai intervensi kebijakan. Oleh karena itu, dia meminta dukungan dan kerja sama dari berbagai kalangan agar harapan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami minta dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar apa yang kita kerjakan bisa berjalan dengan baik. Karena komitmen kami sudah jelas, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Banten,” tutupnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, salah satu kebijakan yang menjadi prioritas Pemprov Banten dalam meningkatkan IPM itu yakni mewujudkan pemerataan pembangunan di semua wilayah di Banten.
Artinya, kata dia, porsi pembangunan untuk daerah tertinggal seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang akan lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota lain. Sehingga, disparitas atau ketimpangan antara Banten Utara dan Banten Selatan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Dimasa kepemimpinan Andra-Dimyati, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang harus meningkat. Pembangunan kita lebih condong ke perdesaan. Makanya, kue pembangunan lebih banyak untuk Lebak dan Pandeglang,” pungkasnya. (adib)
















