SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, menargetkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di semua wilayah Banten, rampung lima tahun kedepan.
Program itu sengaja dibuat oleh Gubernur Banten Andra Soni, sebagai upaya memudahkan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Provinsi Banten.
JUT merupakan salah satu program kerja unggulan Pemprov Banten, untuk membantu memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian para petani. Meski belum berjalan secara optimal, namun peogram tersebut sudah berjalan di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Kepala Bidang (Kabid) Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Banten, Saiful Bahri Maimun mengatakan, di tahun 2025 ada satu lokasi yang menjadi contoh pembangunan JUT, yaitu di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Di lokasi itu, kata dia, dibangun JUT sepanjang tujuh kilometer dan melintasi tiga desa, yaitu Desa Cisarap, Parung dan Desa Cipedang. Adapun luasan lahan di Kecamatan Wanasalam, lebih dari seribu hektare areal persawahan.
“Untuk tahun 2025, kita melaksanakan program JUT di Kecamatan Wanasalam, terkait panjang dan biayanya itu yang melaksakan Dimas PUPR,” katanya, Senin (8/12/2025).
Baca Juga: Pemprov Banten Siapkan Anggaran Rp10,8 Miliar Untuk Perbaiki Jembatan Mekarsari
Saiful mengatakan, di tahun 2026 pihaknya kembali mengusulkan beberapa titik pembangunan JUT, yaitu di Kecamatan Malingping dan melanjutkan pembangunan di Kecamatan Wanasalam.
Oleh karenanya, target pembangunan tujuh kilometer di Kecamatan Wanasalam terkena refocusing anggaran, sehingga baru bisa dikerjakan separuhnya.
“Kita ngusulin di Malingping, dan meneruskan kekurangan yang di Wanasalam, karena tahun ini kami minta yang di Wanasalam tuntas 7 kilometer. Gak tahu, katanya anggaran kena recofusing dan waktu yang tidak cukup kalau gak salah tahun ini hanya ngebangun 3 kilometer,” paparnya.
Saiful memastikan, pihaknya sudah melakikan inventarisasi lokasi, untuk pembangunan JUT disemua wilayah di Provinsi Banten. Lokasi-lokasi itu sudah disampaikan kepada pimpinan, agar bisa ditindaklanjuti, karena Gubernur Banten menginginkan dimasa kepemimpinannya, para petani bisa lebih sejahtera.
“Kalau kita banyak ngususlin kang, target kami dan Pak Gub (Andra Sono-red) minta penyelesaian JUT jangan spot-spot, tapi sekaligus tuntaskan dalam satu tahun anggaran,” sambungnya.
Saiful mengatakan, program JUT bisa memberikan banyak manfaat bagi para petani di Banten, mulai dari memudahkan akses untuk mengangkut hasil panen, juga bisa memangkas biaya operasional.
Baca Juga: Pemprov Banten Diminta Bersikap Lebih Serius Mengevaluasi Hibah BOS Swasta
Dengan begitu, para petani akan semakin mudah mengangkut hasil panen mereka, dan perekonomian akan bisa terus meningkat.
“JUT ini memudahkan para petani, biasanya mereka kesulitan mengangkut padi, bisa lebih mudah. Biasanya ada ongkos untuk ngangkut padi di sawah, dan harganya lumayan, nanti bisa lebih murah lagi,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengatakan, alokasi anggaran pembangunan JUT di Kecamatan Wanasalam sebesar Rp5 Miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Banten tahun 2025.
“Untuk tahun depan juga ada, tetapi besaran anggarannya masih dalam pembahasan dan pematangan. Intinya, JUT ini merupakan salah satu program prioritas Pak Gubernur Banten, untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” imbuhnya. (adib)

















