SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di wilayah Ciputat. Penumpukan yang terjadi hampir satu minggu itu merupakan imbas dari penataan tempat pembuangan akhir (TPA) Cipeucang.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang tak wajar, terutama di sepanjang Jalan Dewi Sartika terdapat banyak buntalan plastik warna-warni berisi sampah. Bukan hanya satu, diruas jalan tersebut lebih dari enam titik penumpukan sampah, dengan kondisi terparah berada di kolong flyover Ciputat.
Sampah yang dibiarkan menumpuk berhari-hari itu menimbulkan bau tidak sedap. Titik serupa terjadi di depan Pasar Cimanggis, lokasi penampungan sampah sementara itu sudah tidak bisa menampung banyaknya sampah.
Para pengendara khususnya sepeda motor yang melintas terpaksa menutup hidung karena aroma busuk yang semakin menyengat, terutama saat hujan turun. Warga mengaku khawatir bila sampah yang terus menggunung ini ambruk dan menutupi badan jalan.
“Sampah menumpuk di kolong flyover Ciputat dari hari Jumat, hampir satu minggu,” ujar Setiawan (57) salah satu warga saat dijumpai di dekat
tumpukan sampah, Kamis (11/12).
Ia mengatakan bahwa kondisi semakin memburuk karena beberapa titik pembuangan sekitar sebelumnya telah ditutup. Sehingga, terjadi banyak lokasi menjadi tempat buang sampah.
Baca Juga: Warga Bukit Nusa Indah Surati Wali Kota Tangsel Soal Penolakan SMPN 25
“Infonya katanya pembuangan TPA Cipeucang nya tidak boleh buang sampah, dulu di Jalan Aria Putra sudah ditutup, tempat sampah yang di pasar juga ditutup, jadi numpuk disini,” ungkapnya.
Menurut Acep warga lainnya, sampah yang menumpuk sebagian besar berasal dari pedagang maupun warga yang membuang sampah sembarangan.
“Ini tidak diangkut, iya bukannya mengganggu lagi ini, apalagi hujan begini semakin parah baunya. Sampah dari pedagang, sebenarnya sudah ditolak, biasanya ada yang jaga. Banyak juga yang naik motor buang di situ,” sebutnya.
Pemkot Tangsel belum memberikan penjelasan resmi mengenai langkah penanganan jangka pendek untuk mengatasi penumpukan sampah tersebut. Sementara itu, warga berharap agar masalah ini segera ditangani demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (eko)
























