SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemkot Serang, kembali membuka peluang kerjasama pembuangan sampah dengan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel), kendatipun sempat terjadi penolakan keras dari masyarakat pada kerjasama sebelumnya.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, dirinya membuka peluang kerjasama dengan Pemkot Tangsel, akan dilanjutkan kembali. Hanya saja, untuk menghindari konflik sosial seperti yang pernah terjadi, MoU kerjasama itu akan disesuaikan dengan aspirasi masyarakat sekitar TPA Cilowong.
“Tentu, kerjasama itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Budi, Selasa (16/12/2025).
Budi mengaku, konflik sosial yang pernah terjadi itu ia jadikan pembelajaran, untuk melakukan kerjasama serupa. Oleh karenanya, Pemkot Serang akan terlebih dahulu melakukan kajian secara komperhensif, agar ketika pelaksanaan tidak ada lagi konflik di masyarakat.
“Kontribusinya apa untuk Pemkot Serang, termasuk untuk masyarakat,” pungkasnya.
Kerjasama pembuangan sampah, pernah dilakukan antar dua daerah itu dalam satu tahun pada tahun 2021. Dimana dalam MoU-nya, Pemkot Tangsel mengirimkan sampah sebanyak 300 ton per hari, dengan besaran retribusi yang diterima Pemkot Serang sebesar Rp48 Miliar.
Namun dalam perjalanannya, MoU tersebut mendapat penolakan keras dari masyarakat. Bahkan, puluhan truk sampah dari Tangsel sempat dihadang warga, tidak boleh melintas dengan berbagai alasan.
MoU yang direncanakan berkelanjutan itu, akhirnya hanya bertahap selama satu tahun.
Kepala DLH Kota Serang Farach Richi menambahkan, rencana kerjasama itu saat ini baru tahap penjajakan, termasuk kita juga melihat proses pengelolaan sampah di TPAS.
“Yang jelas, kita akan kaji dulu terkait kapasitas daya tampung di TPAS itu,” tandasnya. (luthfi)