SATELITNEWS.COM, LEBAK – Terminal Mandala Lebak menyatakan kesiapannya menghadapi arus mudik serta libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Puluhan kendaraan angkutan umum secara rutin diperiksa untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang.
Kepala Terminal Mandala Lebak, Muksin, menjelaskan bahwa di terminal tersebut terdapat 60 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), 20 unit Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), 30 unit angkutan desa (Angdes), dan 30 unit angkutan kota (Angkot).
“Pemeriksaan rutin tentu terus kami lakukan agar kendaraan layak digunakan dalam menghadapi arus mudik Natal dan libur akhir tahun ini,” ujar Muksin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/12/2025).
Muksin menambahkan, Terminal Mandala melayani enam trayek AKAP dengan tujuan Bandung, Garut, Bogor, Kuningan, Kalideres, dan Tanjung Priok. Sedangkan untuk AKDP, Angdes, dan Angkot, jumlah trayeknya cukup banyak. “Untuk menunjang pelayanan kepada penumpang, posko pelayanan dan kesehatan akan didirikan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tambah Muksin.
Selain pemeriksaan kendaraan rutin, menjelang Nataru ini juga akan dilakukan tes urine bagi sopir. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan oleh Dokpol dan Dinas Kesehatan setempat. Ia juga meminta sopir untuk tidak memainkan tarif. “Jika ditemukan praktik tersebut, masyarakat diminta segera melapor ke petugas di terminal,” jelas Muksin.
Muksin memprediksi peningkatan jumlah penumpang yang masuk maupun keluar terminal akan terjadi pada 24 Desember. “Sejauh ini belum ada peningkatan signifikan. Jumlah penumpang masih relatif stabil di angka 400 orang,” ujarnya.
Baca Juga: Kucurkan Rp 4.6 M, Pemprov Banten Bangun ala “Malioboro” di Rangkasbitung
Ia menambahkan, pada hari-hari besar keagamaan, volume penumpang bisa mencapai 700–1.000 orang. “Namun untuk Nataru ini kita belum tahu pasti, karena banyak masyarakat memanfaatkan kendaraan pribadi atau angkutan daring,” pungkasnya.
Salah seorang sopir Bus AKAP jurusan Rangkasbitung-Tanjung Priok, Undang, mengaku sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang akan mudik. Ia pun pesimis jumlah penumpang meningkat. “Sepi seperti hari-hari biasa. Gak tahu pas libur Nataru. Semoga saja ada peningkatan penumpang agar pendapatan bisa meningkat seperti dulu,” kata Undang. (mulyana)

















