SATELITNEWS.COM, SERANG – Hujan yang tiada henti dalam dua hari terakhir, menyebabkan sejumlah titik di Kota Serang tergenang banjir, serta pohon tumbang.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, setidaknya ada tiga titik banjir dan dua titik pohon tumbang yang terjadi akibat dari intensitas hujan, disertai angin yang cukup tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, pohon tumbang terjadi di Jalan Kitapa No.1, Taman Sari, Kelurahan Cimuncang, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 20.05 WIB.
Pohon tumbang tersebut, sempat menghalangi akses jalan dan menimpa kabel listrik, namun berhasil ditangani oleh petugas di lapangan.
“Kejadian kedua terjadi di Jalan TB Suwandi, Lingkungan Kebon Jahe, Kelurahan Cipare, Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 00.45 WIB. Pohon tumbang menghalangi bahu jalan dan selesai ditangani sekitar pukul 01.05 WIB,” katanya, Kamis (18/12/2025).
Sementara, untuk kejadian banjir, lanjut Diat, terjadi di tiga titik, pertama di Lingkungan Kesawon Baru RT/RW 003/003, Kelurahan Terondol, dengan ketinggian air mencapai 45 centimeter yang membuat 21 rumah tergenang air.
Baca Juga: 1.800 Masker Gratis Dibagikan Kepada Pengendara di Kota Serang dan Cilegon
Kejadian kedua di Lingkungan Kaligandu Tegal RT/RW 003/001, Kelurahan Terondol, dengan ketinggian air mencapai 80 centimeter dan merendam 16 rumah, 16 KK, serta 48 jiwa. Terakhir di Kecamatan Curug, banjir tercatat terjadi di Lingkungan Sarongge RT/RW 002/001, Kelurahan Kamanisan, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter dan berdampak pada satu rumah, empat KK, serta 13 jiwa.
“Total sebanyak 51 rumah yang terendam atau 126 jiwa yang terdampak,” ujarnya.
Kemudian berdasarkan hasil monitoring, beberapa titik sungai mengalami peningkatan debit air namun masih dalam kondisi relatif aman. Midalnya alirai sungai Cibanten tepatnya di bawah jembatan Ki Demang) Kelurahan Unyur.
Lalu kali Widya Asri Kelurahan Lontar Baru, Kali Singandaru Kaujon Kelurahan Serang, serta wilayah Komplek Untirta Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.
“Sementara, di lokasi lain seperti Kali Cinanggung dan kawasan Pasar Buah Rau, kondisi air dilaporkan berangsur surut,” imbuhnya.
Diat mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemantauan cuaca melalui BMKG, monitoring wilayah rawan bencana, penurunan personel dan peralatan, penanganan pohon tumbang, asesmen banjir, hingga pendataan warga terdampak.
Baca Juga: Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diminta lebih berhati-hati, sementara pengguna jalan diimbau waspada saat melintas di kawasan rawan longsor dan pohon tumbang,” pesannya.
Terpisah, Walikota Serang Budi Rustandi mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi saluran drainase dan sungai agar tidak disalahgunakan,
“seperti dijadikan tempat pembuangan sampah, atau tertutup bangunan liar,” pungkasnya.
Menurutnya, penyempitan saluran pembuangan air tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar pelaku, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat secara luas.
Menjaga lingkungan, katanya, adalah tanggung jawab bersama.
“Jika saluran air terhambat, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang,” tegas Budi Rustandi. (luthfi)
























