SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Lonjakan harga telur ayam negeri mulai dirasakan masyarakat. Di Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, harga telur ayam utuh kini menembus Rp34 ribu per kilogram. Membuat sebagian warga memilih jalan alternatif, dengan membeli telur retak dan telur pecah langsung dari peternak karena dinilai lebih terjangkau, Minggu (21/12/2025).
Bagi Indri Astuti (43), telur merupakan kebutuhan harian yang sulit ditinggalkan. Namun, kenaikan harga yang terus merangkak naik membuat pengeluaran rumah tangganya semakin berat. Demi menyiasati kondisi tersebut, ia memilih membeli telur retak yang harganya jauh lebih murah dibandingkan telur utuh di pasaran.
“Telur ini kan salah satu kebutuhan sehari-hari. Karena harganya mahal, terpaksa kita beli telur retak, bahkan yang sudah pecah,” ujar Indri kepada Satelit News, Minggu (21/12/2025).
Menurut Indri, harga telur ayam utuh saat ini telah mencapai Rp34 ribu per kilogram. Sementara itu, telur retak dijual dengan harga sekitar Rp24 ribu per kilogram, sedangkan telur air atau telur pecah dibanderol Rp15 ribu per kantong plastik dengan berat sekitar satu kilogram.
“Bedanya bisa sampai Rp10 ribu dari harga pasar. Lumayan lebih terjangkau, selisihnya bisa buat beli beras atau minyak,” tegasnya.
Untuk mendapatkan telur tersebut, pembeli harus lebih dulu mengantre menggunakan kupon yang disediakan peternak. Warga juga diperbolehkan memilih telur dengan tingkat keretakan yang masih layak untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Aklamasi, Didin Tohirudin Nakhodai PPP Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031
Warga lainnya, Haerudin (54), mengaku terbantu dengan adanya penjualan telur retak dan telur air tersebut. Menurutnya, harga telur utuh di pasaran saat ini sudah tidak lagi ramah bagi masyarakat kecil.
“Lebih murah di sini. Kalau beli telur utuh, harganya mahal dan enggak terjangkau buat saya,” ujarnya.
Terkait melonjaknya harga telur di pasaran, Haerudin berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga agar kembali terjangkau oleh masyarakat. “Semoga Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera memberikan solusi atas kenaikan harga telur ini,” harapnya. (alfian/aditya)
