SATELITNEWS.COM, SERANG – Sepanjang tahun 2025, jajaran Polda Banten ungkap kasus menonjol, dengan peran satuan masing – masing. Baik DitResnarkoba, Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Ditlantas termasuk peran Kamtibmas.
Guna menyampaikan berbagai capaiannya itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 di Aula Serbaguna Mapolda Banten, Jumat (26/12/2025).
Kata Kapolda, tindak pidana tahun 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025, yaitu Jumlah Tindak Pidana (JTP) tahun 2024 sebanyak 2.333 kasus dan tahun 2025 sebanyak 2.294 kasus. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 2 persen.
Dari semua JTP di tahun 2024, 756 kasus diantaranya diselesaikan. Sedangkan, JTP di tahun 2025, sebanyak 912 kasus terselesaikan. Dengan begitu, terjadi peningkatan penyelesaian tindak pidana sekitar 156 kasus atau 21 persen.
Sejumlah kasus menonjol yaitu, di Ditresnarkoba diantaranya barang bukti Sabu sebanyak 14.021,67 gram, Ganja sebanyak 17.165,12 gram, T.Sintetis sebanyak 7.220,24 gram dan 26,41 gram cair.
“Kami juga ungkap jaringan sindikat narkotika jenis Sabu Medan – Jakarta – Pandeglang (jalur udara) menggunakan jasa ekspedisi, dengan barang bukti berat keseluruhan sebanyak 3.295 gram Sabu,” kata Irjen Pol Hengki, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga: Polda Banten Siapkan Pos Antemortem Dalam Pencarian Wartawan Hilang Kontak
Selain itu, ungkap jaringan sindikat narkotika jenis Ganja melalui Medsos Instagram – Pandeglang (jalur darat) menggunakan jasa ekspedisi.
Barang bukti yang diamankan, tambah Kapolda Banten, 2.247 gram Ganja, serta sejumlah barang bukti lainnya. Kasus menonjol lainnya tambah Kapolda, yaitu jaringan sindikat obat keras daftar G (jalur darat) Jakarta – Gerbang Tol Kedaton Cikupa Tangerang – Pasar Kemis Tangerang.
Dengan barang bukti, sekitar 50.000 butir lebih obat keras jenis hexymer dan tramadol, serta beberapa barang bukti lainnya.
“Selain itu masih banyak kasus menonjol serupa, di bidang Ditresnarkoba Polda Banten,” tambahnya.
Untuk Ditlantas Polda Banten ujarnya, per Januari – Desember 2025, jika dibandingkan dengan tahun 2024 jumlah kejadian naik 181 atau 9 persen. Diketahui, kejadian tahun 2024 sebanyak 1.998 dan di tahun 2025 sebanyak 2.179 kejadian.
Jumlah korban meninggal turun 188:orang atau 27 persen, yaitu di tahun 2024 sebanyak 673 jiwa dba di tahun 2025 sebanyak 485 jiwa. Sedangkan, luka berat naik 124 orang atau 69 persen, dimana tahun 2024 sebanyak 180 jiwa dan tahun 2025 sebanyak 304 jiwa.
Baca Juga: Ziarah Ke Makam Pahlawan, Kapolda Banten: Berikan Pengabdian Terbaik
Kemudian, korban luka ringan naik 146 orang atau 6 persen. Dimana, tahun 2024 sebanyak 2.345 jiwa dan di tahun 2025 sebanyak 2.491 jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, hadir unsur perwakilan dari Korem Banten, Kejati Banten, BNN Provinsi Banten, para pejabat terkait di lingkungan Mapolda Banten, serta tokoh masyarakat dan puluhan wartawan.
“Kami terus berkomitmen, untuk mengoptimalkan kinerja kepolisian lebih baik lagi kedepannya. Kami juga siap bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat, khususnya dalam menciptakan Kamtibnas dan menjalankan fungsi Polri, baik di bidang ketahanan pangan, gerakan pangan murah, pelayanan pemenuhan gizi, serta program – program unggulan Polda Banten lainnya,” terangnya.
Usai giat Release Akhir Tahun, Kapolda juga berkesempatan memusnahkan barang bukti semua kejahatan yang ditangani selama ini, lalu melindas minuman keras (Miras) menggunakan stum baja di halaman Mapolda setempat. (mardiana)
























