SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga adat Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menyatakan kesiapan menyambut kunjungan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selain keindahan alam dan kearifan lokal, durian lokal menjadi salah satu daya tarik utama yang disiapkan bagi para pengunjung.
Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengatakan masyarakat Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar, terbuka dan siap menerima wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan adat tersebut. Namun, hingga kini jumlah kunjungan masih terpantau normal dan belum mengalami lonjakan signifikan.
“Pada prinsipnya kami siap menyambut wisatawan yang ingin berlibur ke Baduy. Saat ini pengunjung masih seperti hari-hari biasa. Biasanya mulai ramai setelah tahun baru,” ujar Jaro Oom, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, pada momen libur akhir tahun, wisatawan yang berkunjung ke Baduy Luar tidak hanya tertarik pada suasana adat dan alam, tetapi juga berburu durian lokal yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. “Kebanyakan pengunjung datang untuk menikmati suasana adat Baduy sekaligus berburu durian,” katanya.
Untuk memenuhi minat wisatawan, masyarakat Baduy Luar menyiapkan sekitar 5.000 butir durian lokal. Namun, durian tersebut tidak disediakan sekaligus dalam satu waktu, melainkan tersedia secara bertahap selama musim kunjungan. “Kurang lebih kami siapkan sekitar 5.000 durian, tapi tidak dalam satu hari. Intinya stok tersedia secara rutin,” ungkapnya.
Kawasan Baduy Luar memiliki luas sekitar 5.101,8 hektare dan dapat ditempuh dari Alun-alun Rangkasbitung dengan jarak sekitar 45 kilometer atau waktu perjalanan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Baduy Luar dikenal dengan pakaian adat berwarna hitam dan hijau, berbeda dengan Baduy Dalam yang mengenakan pakaian putih dan masih memegang teguh larangan adat secara ketat.
Baduy merupakan wilayah budaya masyarakat adat yang menyebut dirinya Urang Kanekes. Dalam struktur adat, Baduy Luar merupakan kelompok yang telah menerima modernitas secara terbatas, sementara Baduy Dalam tetap mempertahankan tradisi leluhur secara ketat.
Di tengah kesiapan menyambut wisatawan, Jaro Oom berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan Baduy yang masih mengalami kerusakan. “Kami berharap akses jalan menuju Baduy bisa segera diperbaiki. Infrastruktur ini penting agar ekonomi masyarakat berjalan lancar dan pengunjung merasa aman serta nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, menyatakan Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyiapkan sarana, prasarana, serta petugas untuk menyambut wisatawan lokal maupun mancanegara selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026. “Kami berharap dengan dukungan pemerintah desa yang memiliki potensi wisata, kunjungan wisatawan ke Lebak pada momen Nataru ini dapat meningkat,” ujar Yosep. (mulyana)