SATELITNEWS, KOTA TANGERANG — Kematian Raymond Wirya Arifin (19), remaja yang ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, masih menyisakan tanda tanya besar.
Meski penyelidikan telah berjalan berbulan-bulan, pihak keluarga menilai masih banyak kejanggalan yang belum terjawab, terutama terkait temuan luka lebam dan resapan darah di tubuh korban.
Untuk melakukan pendalaman, penyidik Polsek Karawaci meminta ketefangan kepada kedua orang tua korban.
Sebelumnya, penyidik Polsek Karawaci juga telah memeriksa kakak korban. Pemeriksaan terhadap orang tua Raymond disebut sebagai bagian dari rangkaian penyidikan yang terus berjalan sejak kasus ini mencuat ke publik.
Kanit Reskrim Polsek Karawaci, AKP Riono, mengatakan bahwa hingga saat ini kesimpulan kepolisian masih bersifat dugaan. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
“Ya baru diduga ya, diduga keras korban bunuh diri. Korban juga enggak punya musuh, enggak punya apa-apa, masih dugaan,” kata AKP Riono.
Baca Juga: Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol
Ia menjelaskan, penyidik masih terus menelusuri barang-barang milik korban sebagai bagian dari penyelidikan. Laptop korban yang sempat dikabarkan hilang, kata dia, ternyata ditemukan berada di rumah. Sementara itu, handphone korban masih dalam pencarian.
“Laptop katanya hilang ternyata ada di rumah. Sekarang kita nyari handphone, kemungkinan ada di kali, di Kali Cisadane,” ucapnya.
AKP Riono menegaskan, penyelidikan belum bisa disimpulkan secara pasti. Penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan untuk mendalami motif serta penyebab kematian korban.
“Enggak bisa langsung nyimpulin A1. Harus proses dulu, cari bukti-bukti yang lain,” jelasnya.
Meski dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, ia menegaskan bahwa kepolisian tetap membutuhkan alat bukti yang sah sebelum menarik kesimpulan akhir.
“Untuk saat ini kita penyelidikan ya, sementara diduga keras bunuh diri dari keterangan-keterangan di lapangan,” katanya.
AKP Riono juga mengimbau pihak keluarga untuk bersabar dan mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian. Ia memastikan penyidik akan bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga: Air Sungai Cisadane Hitam, BPBD Kota Tangerang Minta Warga Waspada
“Saya sampaikan ke keluarganya supaya lebih sabar dan bisa menerima. Kita tetap proses sesuai ketentuan,” tutupnya.
Di lain pihak, kuasa hukum keluarga korban dari LBH IPTI, Samatha Putra, menjelaskan, pemeriksaan kali ini difokuskan pada pendalaman aktivitas terakhir Raymond sebelum ditemukan meninggal dunia, yakni pada 16, 17, dan 18 Juli 2025. Ayah dan ibu korban masing-masing mendapat sekitar 12 pertanyaan untuk memperkuat kronologi pergerakan dan aktivitas korban dalam rentang waktu tersebut.
“Hari ini ada tambahan pemeriksaan dari orang tua almarhum Raymond Wirya Arifin. Ada sekitar 12 pertanyaan yang ditanyakan kepada ibunya maupun ayahnya, terkait aktivitas Raymond pada tanggal 16, 17, dan 18,” ujar Samatha kepada wartawan.
Terkait dugaan sementara kepolisian yang mengarah pada bunuh diri, Samatha menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih bertumpu pada hasil forensik awal. Namun, menurutnya, keluarga meminta agar penyidik tidak menutup mata terhadap temuan lain dalam hasil otopsi.
“Kalau dari hasil forensik memang disebutkan penyebab kematiannya tenggelam karena ditemukan air di paru-paru. Tapi kami minta agar ini tetap didalami lagi,” kata Samatha.
Ia menyoroti temuan resapan darah di beberapa bagian tubuh korban yang dinilai janggal dan berpotensi menjadi petunjuk penting dalam mengungkap penyebab kematian Raymond.
“Dokter forensik menyampaikan adanya resapan darah di kepala, leher, dan bahu, yang diduga akibat hantaman benda tumpul. Itu yang kami minta kepada penyidik untuk benar-benar didalami,” jelasnya.
Selain itu, pihak keluarga mengaku telah menyerahkan sejumlah petunjuk dan informasi tambahan kepada kepolisian. Samatha menilai, masih ada pihak-pihak di luar keluarga yang seharusnya diperiksa untuk memperjelas duduk perkara kematian Raymond.
“Ada beberapa petunjuk dan informasi yang kami dapatkan dan sudah kami serahkan ke penyidik. Masih ada pihak di luar keluarga yang belum diperiksa,” ujarnya. (ari)
























