SATELITNEWS.COM, LEBAK – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lebak yang baru merintis dan mulai digunakan pada tahun ajaran ini menjadi sasaran pencurian saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Aksi pencurian yang diduga dilakukan lebih dari satu orang tersebut diduga terjadi pada malam hari dengan cara menjebol pintu masuk ruang kantor, sehingga menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp15 juta.
Berdasarkan pantauan SatelitNews.com, kondisi sekolah yang berada di Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, tampak sepi dan lengang. Pintu masuk gedung terlihat melompong akibat pintu gerbang rusak, begitupun pos penjagaan tanpa adanya petugas jaga. Sementara sejumlah ruangan di dalam sekolah tampak tidak tertata. Beberapa ruang kelas dan ruang penyimpanan inventaris terlihat kosong, menandakan adanya barang-barang yang telah digasak pelaku.
Di sekitar lingkungan sekolah, aktivitas warga berlangsung normal. Namun, tidak terlihat adanya penjaga sekolah maupun sistem pengamanan di area MIN 3 Lebak. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya pada malam hari. Hingga pantauan dilakukan, belum terlihat garis polisi terpasang di lokasi.
Salah seorang guru MIN 3 Lebak, Pepen Supendi, mengatakan pelaku diduga masuk ke lingkungan sekolah dengan menjebol pintu ruang guru yang dimana didalamnya terdapat beberapa barang berharga termasuk infokus.
“Diduga kejadiannya malam hari. Pintu dijebol, lalu pelaku mengambil barang-barang milik sekolah,” kata Pepen kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Dalam peristiwa tersebut, sejumlah barang inventaris sekolah hilang, di antaranya dua unit infokus, pompa air, mesin pemotong rumput, kipas angin. Bahkan, kopi, gula, hingga perlengkapan ibadah juga ikut digasak pelaku. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Menurut Pepen, pencurian tersebut bukan kali pertama terjadi di MIN 3 Lebak. Sebelumnya, sekolah yang masih dalam tahap perintisan itu juga pernah kehilangan satu unit pompa air akibat pencurian.
“Kami sudah dua kali kemalingan. Jangankan kamera pengawas, penjaga sekolah saja belum ada karena terbentur anggaran dan aturan yang tidak memperbolehkan merekrut tenaga baru,” ujarnya.
Sementara itu, guru lainnya, Iing Saeful Bahri, menyampaikan pihak sekolah berencana melaporkan kejadian pencurian tersebut ke kepolisian agar pelaku mendapat efek jera.
“Kami akan membuat laporan resmi supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Pihak sekolah mengakui, pencurian tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar setelah libur usai, mengingat sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran seperti infokus dan peralatan pendukung lainnya telah hilang. Sekolah terpaksa melakukan penyesuaian kegiatan belajar sambil menunggu proses pengadaan kembali fasilitas yang dicuri.
Diketahui, gedung MIN 3 Lebak baru digunakan pada tahun ajaran ini. Sebelumnya, bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat pelatihan. MIN 3 Lebak merupakan filial dari MI Negeri 1 Leuwidamar.(mulyana)