SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Dua anak perempuan berusia sekitar 4 dan 10 tahun ditemukan telantar di sebuah restoran cepat saji di kawasan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Dugaan penelantaran menguat setelah keterangan saksi dan hasil penelusuran sementara aparat serta pekerja sosial.
Suasana siang di sekitar restoran cepat saji AW, bekas Giant, Poris Gaga, Jumat siang mendadak berbeda. Dua anak perempuan tampak kebingungan, duduk tanpa pendamping di area restoran yang berada tepat di samping Kantor Kelurahan Poris Gaga. Waktu menunjukkan sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 WIB ketika warga mulai menyadari kejanggalan tersebut. Anak-anak itu belakangan diketahui bernama Nabila (10) dan Nadita (4). Keduanya diduga ditelantarkan oleh orang tuanya.
Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Poris Gaga, Fitria, mengatakan informasi awal diterimanya dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Poris Gaga, Iswanto, setelah adanya laporan warga dan petugas keamanan setempat. “Warga sekitar dan satpam melaporkan ada dua anak kecil yang terlihat sendirian di restoran AW. Laporannya masuk ke Pak Iswanto, lalu diteruskan ke Pak Lurah dan kami di PSM,” ujar Fitria, Senin (5/1/2025).
Menurut Fitria, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Informasi mengenai keberadaan anak-anak itu disebarluaskan ke berbagai grup RT/RW, PSM kelurahan, PSM Kecamatan Batuceper hingga PSM se-Kota Tangerang, dengan harapan ada pihak keluarga yang mengenali atau mencari kedua anak tersebut. “Kami respons cepat. Kalau memang ada orang tua, saudara, atau pihak keluarga yang mengenal, kami minta segera menghubungi kontak yang sudah dicantumkan,” katanya.
Dugaan penelantaran menguat setelah keterangan dari saksi dan pengakuan anak. Seorang petugas kebersihan (OB) di lokasi disebut melihat seorang perempuan dewasa yang diduga sengaja meninggalkan dua anak tersebut. Keterangan serupa juga diperoleh Fitria saat berbincang dengan Nabila. “Saya tanya ke Nabila, datang ke situ naik apa. Dia bilang jalan kaki, sama ibunya. Katanya ibunya menggendong bayi,” tutur Fitria.
Namun, bayi tersebut tidak ditinggalkan. Berdasarkan pengakuan anak, sang ibu membawa pulang bayi itu, sementara Nabila dan Nadita ditinggal di lokasi. “Jadi anaknya itu ada tiga. Yang bayi digendong ibunya, dibawa pulang. Yang ditinggal dua,” ujar Fitria.
Baca Juga: Lantik Ikatan PSM Kota Tangerang 2026-2031, Sachrudin: Kita Tangggung Premi BPJS Ketenagakerjaannya
Yang menarik perhatian petugas sosial, lanjut Fitria, adalah sikap kedua anak tersebut. Tidak terlihat kepanikan, tangisan, atau upaya mencari orang tua seperti lazimnya anak yang terpisah dari keluarga. “Dari pertama ketemu sampai sekarang, mereka nggak kelihatan sedih atau nangis nyari orang tuanya. Justru terlihat biasa saja, bahkan cenderung senang. Ini yang membuat kami juga heran,” katanya.
Setelah ditemukan, kedua anak sempat dititipkan sementara di Rumah Yatim Al-Amanah, RW 08 Ampera, Poris Gaga. Langkah itu diambil untuk memastikan keselamatan anak sembari menunggu penanganan lanjutan.
Koordinasi kemudian dilakukan dengan Dinas Sosial Kota Tangerang dan DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Pada Minggu pagi, kedua anak resmi dibawa ke rumah singgah Dinas Sosial. Tatang Hidayat, Penanggung Jawab Rumah Singgah Dinsos Kota Tangerang, membenarkan pihaknya menerima penyerahan dua anak tersebut dari PSM. “Kami dapat info dari PSM, lalu anak-anak itu diserahkan ke Dinas Sosial untuk diamankan di rumah singgah,” kata Tatang.
Menurut Tatang, dugaan awal yang diterima pihaknya mengarah pada penelantaran oleh ibu kandung. “Informasinya memang anak ini ada tiga. Satu dibawa ibunya, dua ditinggalkan,” ujarnya.
Dinas Sosial juga telah melakukan penelusuran awal terkait identitas anak dan orang tua. Dari pengakuan anak, diketahui nama ayah mereka Herwanto dan ibu bernama Nanih. Namun, data kependudukan belum sepenuhnya terkonfirmasi. “Kami sudah coba cek ke catatan sipil. Data orang tua belum langsung terbuka. Anak menyebut bapaknya berlayar, tapi detail pekerjaannya belum jelas,” kata Tatang.
Meski anak-anak tersebut mengaku mengetahui nama orang tuanya, pihak Dinsos tetap berhati-hati. Penanganan dilakukan dengan prinsip perlindungan anak, sembari menunggu koordinasi lanjutan dengan DP3APKB. “Untuk sementara anak kami evakuasi dulu di rumah singgah. Kami tidak ingin berprasangka, tapi keselamatan anak menjadi prioritas,” ujarnya. Hingga Senin sore, belum ada pihak keluarga yang datang atau menghubungi PSM maupun Dinas Sosial Kota Tangerang untuk mengklaim atau mencari kedua anak tersebut. (ari)
























