SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Memasuki awal 2026, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan resolusi agenda Pemerintah Kota Tangerang: peningkatan pelayanan publik dan penanganan sampah. Pernyataan itu disampaikan saat ia memimpin apel pagi perdana aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Tangerang pada Senin (5/1/2026) pagi.
Sachrudin mengapresiasi capaian kinerja sepanjang 2025. Namun ia mengakui, sejumlah persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. “Kita memang mencatat capaian positif, tetapi masih banyak hal yang harus dioptimalkan, terutama infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan persoalan sosial,” kata Sachrudin.
Isu penanganan sampah kembali menjadi sorotan utama. Pemkot Tangerang mengklaim telah menekan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, khususnya di kawasan Jalan Hasyim Ashari jalur protokol yang selama bertahun-tahun kerap dipenuhi tumpukan sampah.
Menurut Sachrudin, berkurangnya TPS liar tidak hanya hasil penertiban, tetapi juga perubahan perilaku sebagian masyarakat. Pemerintah, kata dia, turut memperkuat dukungan teknis di lapangan.
Pemkot Tangerang menambah armada pengangkut sampah berupa truk dan gerobak, dengan Kelurahan Petir menjadi salah satu wilayah prioritas. Pengangkutan disebut dilakukan lebih terjadwal untuk mencegah munculnya kembali titik pembuangan ilegal.
Namun, persoalan sampah di Kota Tangerang belum sepenuhnya tuntas. Ketergantungan pada armada angkut dan pola buang warga masih menjadi tantangan laten yang berpotensi berulang jika tidak disertai pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten.
Baca Juga: DLHK Kabupaten Tangerang Terima 51 Aduan Pencemaran Limbah B3 Industri Sepanjang Tahun 2026
Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang menerima sekitar 81 penghargaan dari berbagai lembaga. Sachrudin mengingatkan jajarannya agar tidak menjadikan capaian tersebut sebagai alasan berpuas diri. “Penghargaan itu bonus. Yang lebih penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, tantangan 2026 bukan sekadar mempertahankan prestasi administratif, melainkan memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan menjawab persoalan riil warga Kota Tangerang. (made)
























