SATELITNEWS. COM, JAKARTA — Korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatra terus bertambah. Per Selasa (06/01/2026) tercatat korban jiwa sebanyak 1.178 orang, 147 korbang hilang, lebih dari 175 ribu rumah rusak, ratusan ribu warga masih mengungsi. Pemerintah berjanji mempercepat rekonstruksi dan rehabilitasi di wilayah terdampak.
Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban jiwa terakhir berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. “Per hari ini Selasa, masih ada penambahan satu jiwa,” ujar Abdul dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa paling banyak, mencapai 543 orang. Jumlah korban yang dinyatakan hilang tidak mengalami perubahan dan masih tercatat 148 orang. Adapun korban hilang terbanyak tercatat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 74 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 242.174 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Mayoritas pengungsi berada di Provinsi Aceh, dengan total 217 ribu jiwa. Rinciannya, Kabupaten Aceh Tamiang mencatat 74 ribu pengungsi, diikuti Aceh Utara dengan 67 ribu, dan Gayo Lues dengan 19 ribu jiwa.
Kerusakan permukiman menjadi indikator lain besarnya dampak bencana. Hingga 6 Januari 2026, BNPB mencatat 175.126 unit rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebanyak 53.432 unit di antaranya masuk kategori rusak berat, sementara sisanya rusak sedang dan ringan.
Aceh mencatat kerusakan paling signifikan, dengan 144.865 unit rumah terdampak. Angka tersebut mencakup 44.361 unit rusak berat, 38.709 unit rusak sedang, dan 61.795 unit rusak ringan. Di Sumatra Utara, total rumah rusak tercatat 17.589 unit, sedangkan Sumatra Barat mencatat 12.672 unit rumah rusak.
Besarnya skala kerusakan dan jumlah korban membuat isu pemulihan menjadi agenda utama pemerintah. Presiden Prabowo Subianto membahas penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Sumatra dalam pertemuan bersama jajaran menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, dalam rangkaian kegiatan retret.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden menekankan percepatan pemulihan di wilayah terdampak. “Ya tentu masalah pemulihan dibahas, percepatan rekonstruksi maupun rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana yang lalu. Kemudian juga, sebagaimana kita ketahui, ada beberapa bencana di tempat yang lain,” ujar Prasetyo, Selasa.
Arahan tersebut, menurut Prasetyo, disampaikan Presiden dalam pertemuan tertutup bersama sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Pemerintah mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan seiring.
Di tengah upaya pemulihan, pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang tetap dilanjutkan. BNPB menyatakan fokus tanggap darurat diarahkan pada pembukaan akses, penanganan pengungsi, serta percepatan rehabilitasi wilayah terdampak agar aktivitas warga dapat segera pulih.(rmg/xan)