SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok gangster berujung penangkapan dua terduga pelaku oleh warga di kawasan Poris Indah, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 6 Desember 2026 dan sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Insiden bermula ketika tiga orang terduga pelaku yang berboncengan satu sepeda motor terjatuh tepat di depan sebuah toko ritel di pintu masuk Komplek Poris Indah. Ketiganya diketahui tengah dikejar oleh korban yang sebelumnya mengalami penyiraman air keras dan pembacokan. Saat dikejar, para korban berteriak meminta pertolongan sambil meneriakkan kata “begal”, sehingga mengundang perhatian warga.
“Yang dikejar itu tiga orang, satu motor boncengan tiga. Pas jatuh di depan toko ritel, warga langsung nyerbu karena sempat diteriaki begal sama yang ngejar,” ujar Faizal, warga Poris Indah, saat ditemui wartawan. Dari tiga terduga pelaku, hanya dua orang yang berhasil diamankan warga. Sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri di tengah kerumunan. “Yang ketangkep warga dua orang, satu lagi kabur,” kata Faizal.
Menurut keterangan warga, kejadian ini diduga berkaitan dengan bentrokan dua kelompok gangster yang pecah lebih dulu di kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Usai bentrokan, para pelaku melarikan diri dan terus dikejar korban hingga memasuki wilayah Kota Tangerang. “Katanya kejadian awalnya di Kalideres. Habis itu korban sama temannya ngejar sampai ke sini,” ungkap Faizal.

Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka serius. Salah satu korban mengalami luka bakar pada bagian wajah hingga leher yang diduga akibat disiram air keras. Sementara korban lainnya menderita luka bacokan di bagian punggung. “Satu korban wajah sampai lehernya luka bakar karena katanya disiram air keras. Satunya lagi kena bacok di punggung,” jelas Faizal.
Kedua korban kemudian dievakuasi warga ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, situasi di lokasi sempat memanas lantaran massa yang berkumpul semakin banyak. Dalam kondisi tersebut, sejumlah warga berinisiatif melindungi dua terduga pelaku agar tidak menjadi sasaran amukan massa. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Cipondoh tiba di lokasi dan mengamankan keduanya.
Baca Juga: “Pemda Diam”, Jalan Kemuliaan Cipondoh Akhirnya Dibuka Kelompok Ormas
“Sempat ada warga yang lindungi supaya enggak dipukulin terus. Setelah itu anggota Polsek Cipondoh datang, pelaku diamankan dulu ke Balai RW, baru dibawa ke Polsek,” ujar Faizal.
Faizal juga mengungkapkan bahwa salah satu terduga pelaku diketahui merupakan warga Cipondoh Makmur. Hal itu diduga menjadi alasan para pelaku memilih melarikan diri ke wilayah Cipondoh. “Katanya salah satunya orang Cipondoh Makmur. Makanya mereka lari ke daerah sini,” katanya.
Meski sempat beredar informasi bahwa para pelaku merupakan pelajar, Faizal menyebut ciri-ciri korban justru menunjukkan hal sebaliknya. “Katanya sih anak sekolah, tapi korban yang disiram itu banyak tatonya,” ungkapnya.
Sementara, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk memastikan lokasi kejadian awal bentrokan. “Kita dalami dulu karena informasinya kejadian awal di Kalideres. Kalau benar di sana, nanti akan kita limpahkan penanganannya ke wilayah tersebut,” ujar petugas kepolisian.
Saat ini, dua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cipondoh. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa bentrokan yang melibatkan dua kelompok tersebut. (ari)
























