SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemkot Serang mencatat, sebanyak 210 rumah di lingkungan Kroya, Kekurahan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, akan direlokasi atau penertiban. Ratusan rumah itu, dinilai sudah lama berdiri di atas lahan sungai, sehingga terjadi penyempitan dari semula 15 meter tersisa hanya 1 meter.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, relokasi itu akan dilakukan dalam waktu dekat yang melibatkan beberapa unsur Forkopimda melalui pendekatan yang humanis sehingga meminimalisir terjadinya konflik horizontal antara petugas di lapangan dengan masyarakat.
“Penertiban bukan kekerasan, tapi bentuk kecintaan pemerintah daerah kepada masyarakat. Kalau dibiarkan, justru risiko banjir akan terus mengancam warga,” katanya, Minggu (11/1/2026).
Budi juga menjelaskan, kawasan Banten Lama merupakan wilayah cagar budaya yang pada masa Kesultanan Banten memiliki kanal yang berfungsi optimal karena tata ruang terkelola dengan baik.
Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan memerlukan kerja sama pemerintah dan masyarakat untuk mengembalikan fungsi kanal dan sungai di Banten Lama itu seperti semula.
“Penanganan banjir tidak boleh menunggu bencana terjadi,” ujarnya,
Baca Juga: Walikota Serang Tak Gelar Open House Saat Idulfitri 1447 Hijriyah
Menurutnya, normalisasi empang dan kanal menjadi kewenangan Provinsi Banten, sedangkan Pemkot Serang akan fokus pada revitalisasi kanal agar kembali berfungsi seperti zaman Kesultanan.
“Jangan sampai kejadian banjir besar seperti di Sumatera terjadi di Kota Serang,” tandasnya.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agus Aulia menekankan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan. Ia juga menyoroti kesiapsiagaan pelayanan kesehatan saat dan pascabanjir.
“Banjir bukan hanya soal air, tapi juga dampaknya terhadap kesehatan. Setelah banjir, PR kita berikutnya adalah normalisasi sungai dan menjaga kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin menyampaikan, banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut telah terpetakan dengan jelas. Berdasarkan laporan lapangan, katanya penanganan akan fokus pada titik-titik krusial penyebab luapan air.
“Banjir di Kroya dan Kanal Banten Lama sudah teridentifikasi. Laporan dari lapangan menyatakan penanggulangan siap dilakukan dan titik banjir harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Baca Juga: KSPSI Diminta Kawal Penyaluran THR, Pemkot Alokasikan Untuk PPPK
Menurut Nanang, penyebab utama banjir adalah penyempitan aliran sungai akibat bangunan liar dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang membuat lebar kali yang semula sekitar 15 meter menyempit hingga hanya satu meter. (luthfi)
























