SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memberikan atensi khusus terhadap wilayah Ciledug dan Periuk menyusul potensi hujan ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan Pemerintah Kota Tangerang dalam mengantisipasi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengatakan pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan melalui sosialisasi kepada masyarakat, penyiapan sarana dan prasarana, serta pemantauan wilayah rawan banjir secara berkelanjutan.
Perangkat wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan juga diminta aktif melakukan langkah antisipasi sejak dini.
“Musibah bisa datang secara tiba-tiba, sehingga kesiapsiagaan harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari, baik untuk penanganan banjir maupun bencana lainnya,” ujar Herman, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian serta bantuan logistik yang akan disalurkan melalui Dinas Sosial jika terjadi bencana. Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup turut dilibatkan, termasuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan potensi banjir.
Herman menyebutkan, jumlah titik banjir di Kota Tangerang terus berkurang seiring pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan dan peninggian turap kali, termasuk di kawasan Ciledug Indah dan Pinang Griya.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum terjadi banjir. Titik-titik genangan juga terus kami upayakan agar dapat diminimalisir,” katanya.
Sementara, Kepala BPBD Kota Tangerang menegaskan pihaknya melakukan pemantauan cuaca secara intensif, bahkan hingga pembaruan per jam. Wilayah Ciledug dan Periuk menjadi perhatian khusus karena memiliki riwayat genangan saat intensitas hujan tinggi.
“Setiap hujan turun, kami langsung menginstruksikan seluruh mako, UPT, dan pos untuk bersiaga, termasuk menyiapkan peralatan seperti chainsaw dan perlengkapan rescue air,” ujarnya.
BPBD juga memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai. Apel siaga personel telah dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi darurat. Meski Ciledug dan Periuk menjadi fokus pemantauan, pengawasan tetap dilakukan di seluruh wilayah Kota Tangerang melalui jaringan pos, UPT, dan relawan kebencanaan.
Terkait data titik banjir, BPBD menyebut jumlahnya masih dinamis seiring proses normalisasi yang dilakukan Dinas PUPR. Sejak 2025, banjir besar tercatat terjadi di kawasan Ciledug Indah dan Duren Village.
Sementara saat ini, genangan yang muncul bersifat sementara dan relatif cepat surut.
“Koordinasi antara BPBD, Damkar, dan relawan terus kami perkuat agar siap menghadapi kondisi darurat apabila terjadi,” pungkasnya. (made)