SATELITNEWS.COM, LEBAK – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, sejak Minggu malam hingga Senin siang (12/1/2026), menyebabkan longsornya tanggul pada fondasi jembatan permanen Cikupa di Desa Tambakbaya. Akibat kejadian tersebut, jalur Kaduagung–Cileles berada dalam kondisi rawan dan terancam terputus sewaktu-waktu.
Berdasarkan pantauan SatelitNews.Com di lokasi, longsor terjadi pada tebing penahan jembatan akibat meluapnya debit Sungai Cikupa, anak Sungai Ciujung. Gerusan air menyebabkan tanah di sekitar pondasi ambles serta memperlihatkan struktur jembatan yang kini dalam kondisi mengkhawatirkan dan berpotensi mengalami longsor susulan.
“Longsor terjadi pada Minggu siang. Kejadiannya tiba-tiba karena hujan turun sejak malam hingga siang hari dan tidak kunjung reda,” ujar Een, warga setempat, Senin (12/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, warga berinisiatif memasang garis pembatas berwarna kuning serta rambu darurat di sekitar lokasi. Sejumlah warga juga mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup untuk menghindari kemacetan serta meminimalkan risiko kecelakaan. “Ini murni inisiatif warga. Kami khawatir terjadi penumpukan kendaraan di atas jembatan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” kata Een.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pengendara. Fadillah, salah seorang pengguna jalan, mengaku khawatir saat melintasi jembatan karena longsor terjadi tepat pada bagian pondasi. “Kalau melintas harus pelan-pelan. Pondasinya sudah terlihat longsor, khawatir ambruk jika hujan deras kembali turun. Jalur ini ramai dan dilalui banyak kendaraan berat,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsornya tanggul jembatan memaksa pengendara menurunkan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan. Warga menilai, tanpa penanganan cepat, longsor berpotensi meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
Jembatan Permanen Cikupa merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lebak dan menjadi akses utama penghubung Rangkasbitung dengan wilayah Lebak Selatan. Hingga Senin siang, belum terlihat adanya penanganan teknis dari instansi terkait di lokasi kejadian.
Warga dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan penanganan darurat, mulai dari pengamanan struktur jembatan, pemasangan penahan sementara, hingga perbaikan permanen. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi jembatan dikhawatirkan ambruk dan memutus jalur vital perekonomian serta mobilitas warga Lebak Selatan. (mulyana)
























