SATELITNEWS.COM, SERANG – Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah, dengan berbagai pemeluk agama, meskipun Islam sebagai mayoritas. Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) Banten memiliki peran penting dalam menjaga toleransi antar umat beragama.
Ajakan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, usai menghadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 Kemenag.
Dimyati mengatakan, HAB tidak hanya dijadikan sebagai acara seremonial, melainkan lebih kepada penekanan dan penerapan toleransi antar umat beragama di Provinsi Banten, serta menjadi lembaga pemerintahan yang hadir ditengah masyarakat yang hegemoni.
“Kegiatan ini harus dimaknai sebagai momentum refleksi, wujud rasa syukur, sekaligus perencanaan masa depan. Hal ini dalam rangka memperkuat peran strategis Kementerian Agama untuk menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya, Rabu (14/1/2026).
Sebagai organisasi pemerintahan yang bergerak di bidang keagamaan, Kemenag Provinsi Banten memiliki andil besar dalam menjaga kerukunan masyarakat, dalam memeluk dan melaksanakan ajaran agama yang dianut oleh masyarakat, khususnya agama Islam.
“Hari Amal Bakti bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk mengevaluasi masa lalu, mensyukuri capaian saat ini, serta menyiapkan langkah-langkah strategis ke depan,” tambahnya.
Baca Juga: Lepas Ribuan Santri Ke Ponpes Lirboyo, Ini Amanat Wagub Banten Dimyati Natakusumah
Dimyati mengingatkan, keberagaman keyakinan merupakan kekayaan bangsa yang wajib dirawat bersama. Oleh karena, perbedaan agama tidak boleh dijadikan sumber perpecahan, melainkan harus dikelola menjadi kekuatan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Perbedaan keyakinan jangan dijadikan sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Banten, Amrullah mengatakan, Kemenag Provinsi Banten terus menjaga komitmen dalam merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat solidaritas kebangsaan di daerah. Dengan begitu, setiap masyarakat bisa melaksanakan dan menjalankan ibadah menurut agama masing-masing.
Bukti itu, kata dia, menjadi salah satu bukti bahwa pihaknya terus menggandeng lintas agama, khususnya dalam peringatan HAB tersebut.
“Doa lintas agama ini menjadi simbol kebersamaan dan persatuan umat beragama di Provinsi Banten,” tukasnya.
“Komitmen Kementerian Agama adalah terus menjaga toleransi, kerukunan, dan kedamaian sebagai modal utama membangun bangsa,” tutupnya. (adib)
Baca Juga: Genap Setahun Menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur, Pengamat Beri Pesan Menohok
























