SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kemenangan menjadi harga mati AC Milan saat dijamu Como dalam laga tunda matchday 16 Serie A Stadion Sinigaglia, Jumat (16/1/2026) dini hari pukul 02.45 WIB. Target poin penuh mutlak dibutuhkan Rossonerri usai menalan dua hasil imbang di dua laga sebelumnya.
AC Milan saat ini menempati peringkat 2 klasemen Liga Italia 2025/2026, dengan koleksi 40 poin. Rossoneri tertinggal 3 angka dari pemuncak tabel, Inter Milan.
Di sisi lain, Como menunjukkan performa yang mengejutkan pada musim 2025/2026. Tim asuhan Cesc Fabregas kini bertengger di peringkat 6, dengan 34 poin. Tim berjuluk Lariani hanya kalah 1 kali dari 5 pertandingan terakhir.
AC Milan tercatat selalu menang dalam 3 pertemuan terakhir kontra Como. Dua duel terbaru pada musim lalu, Milan selalu menang dengan skor 2-1.
Duel ini mempertemukan dua rival regional yang kini hanya terpaut enam poin di klasemen Serie A, dengan ambisi besar mengiringi langkah keduanya di sisa musim.
Pertandingan ini awalnya direncanakan menjadi laga Serie A pertama yang digelar di luar Italia, tepatnya di Optus Stadium, Perth, Australia. Namun, rencana tersebut batal setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberlakukan aturan ketat terkait penyelenggaraan. Akibatnya, laga ditunda karena Milan harus tampil di Piala Super Italia, sebelum akhirnya dijadwalkan ulang di Lombardy.
AC Milan datang dengan kebutuhan mutlak meraih tiga poin, setelah terpeleset dalam dua laga terakhir melawan tim papan bawah. Hasil imbang 1-1 kontra Genoa dan Fiorentina, yang terakhir diselamatkan gol telat Christopher Nkunku, membuat Rossoneri semakin tertinggal dari Inter Milan di puncak klasemen.
Meski demikian, pasukan Massimiliano Allegri masih menjaga rekor tak terkalahkan yang panjang. Milan terakhir kali kalah pada pekan pembuka liga dan menjadi satu-satunya tim yang belum kalah di laga tandang musim ini, dengan catatan lima kemenangan dan empat hasil imbang.
Dengan hanya satu kekalahan hingga pertengahan musim, prestasi yang terakhir kali mereka raih lebih dari 20 tahun lalu, Milan tetap berada dalam persaingan ketat perebutan Scudetto, meski margin kesalahan kini semakin tipis.
Di sisi lain, Como tampil sebagai kejutan musim ini. Meski belum realistis memburu gelar juara, skuad asuhan Cesc Fabregas menargetkan tiket kompetisi Eropa.
Berkat investasi besar dan pengelolaan yang solid, Como kini duduk di peringkat keenam, bahkan masih menyimpan satu laga tunda dibanding pesaing langsungnya.
Pada laga terakhir, Como mencuri satu poin dramatis saat Martin Baturina mencetak gol penyeimbang di masa injury time melawan Bologna yang bermain dengan 10 orang.
Catatan delapan gol di 15 menit terakhir pertandingan membuat Como hanya kalah produktif dari Inter dalam fase akhir laga.
Tak hanya itu, Como juga termasuk tiga tim yang belum terkalahkan di kandang musim ini, bersama Juventus dan Napoli. Tantangan berikutnya jelas berat: menjamu raksasa Milan.
Secara historis, Como terakhir kali mengalahkan Milan di Serie A pada 1985. Setelah kalah di dua pertemuan musim lalu, mereka kini berupaya memutus penantian panjang tersebut. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
COMO (4-3-3): Jean Butez; Ivan Smolčić, Jacobo Ramón, Marc‑Oliver Kempf, Álex Valle; Máximo Perrone, Lucas Da Cunha, Yannik Engelhardt; Mërgim Vojvoda, Nico Paz, Anastasios Douvikas
Pelatih: Cesc Fàbregas
AC MILAN (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Malick Thiaw, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Ruben Loftus‑Cheek, Samuele Ricci, Youssouf Fofana, Davide Bartesaghi; Christian Pulisic, Rafael Leão
Pelatih: Massimiliano Allegri